Home / NEWS / Labrak Aturan?, Cafe Noyu Nekat Jual Miras Dekat Sekolah

Labrak Aturan?, Cafe Noyu Nekat Jual Miras Dekat Sekolah

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com—Walaupun Pemerintah kota Makassar telah melarang penjualan dan peredaran minuman beralkohol (minol) atau minuman keras (miras) jenis apapun berdekatan dengan rumah ibadah, sekolah, perpustakaan, laboratorium, rumah sakit dan area bermain anak. Namun masih saja ada pengusaha yang tidak mengindahkan aturan tersebut.

Salah satunya, Cafe Noyu yang beralamat jalan Syarif Al Qadri kel Maricaya Baru, Kec Makassar yang nekat menjual minuman beralkohol (minol) atau minuman keras (Miras) di wilayah yang berdekatan dengan sekolah.

Hasil penelusuran media, sejak mulai beroperasi pada April 2019 Cafe Noyu sudah menjual berbagai jenis minuman beralkohol bahkan lokasinya hanya berbatas satu bangunan dengan sekolah Bina Citra Indonesia (BCI).

Aturan pelarangan penjualan dan peredaran miras yang berdekatan dengan sekolah tertuang pada pasal 13 ayat (1) poin (b) Peraturan wali kota (Perwali) Makassar Nomor 17 tahun 2019 yang berbunyi; Setiap orang atau perusahaan dilarang mengedarkan, menjual atau mengkomsumsi minuman beralkohol golongan A, B dan C di tempat yang berdekatan dengan rumah ibadah, sekolah, perpustakaan, laboratorium, rumah sakit dan arena bermain anak dalam radius 200 meter.

Dikonfirmasi via pesan singkat beberapa waktu lalu, pemilik cafe Noyu Tomi, mengatakan bahwa telah memiliki izin penjualan minuman beralkohol yang diurus oleh ketua Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM), namun saat diminta memperlihatkan ijin minol kepada media, Tomy tidak dapat menunjukkan Ijin usaha yang dimaksud. Dan terkesan menghindar lalu mengarahkan untuk menghubungi pihak AUHM.

Dihubungi Ketua AUHM Zulkarnain Ali Naru menjelaskan bahwa izin minol cafe Noyu dari Kementerian sudah terbit tetapi untuk izin dari Pemkot Makassar belum terbit,

“Terkait izin minol dari kementerian sudah terbit tetapi dari Pemkot belum terbit. Cafe Noyu tetap melakukan penjualan minol menggunakan izin dari kementerian (OSS).” ungkap Zulkarnain.

Zulkarnain juga menuding pemerintah kota Makassar sejauh ini belum melakukan sosialisasi kepada pengusaha terkait Perwali nomor 17 tahun 2019 tentang larangan penjualan Minol di radius 200 meter dari fasilitas ibadah dan sekolah,

“Pemerintah belum pernah lakukan sosialisasi kepada pengusaha terkait Perwali no 17 tahun 2019, perencanaan itu (sosialisasi) tertunda akibat terjadinya rotasi kepala dinas perdagangan.” tandasnya. (Mi)

Check Also

Segera Launching Lagu Julia Dan Yuk Ke Pasar, Rosyid Arsyad : Ke Pasar Band Akan Hadir Mewarnai Musik Indonesia

JAKARTA, KORANMAKASSARNEWS.COM — Guna meriahkan musik Indonesia, meramaikan pasar tradisional dan mempromosikan aplikasi Kepasar. Komite …

Loading...