Home / OPINI / LKBHMI Gowa : Hamdan Effect Tidak Akan Berlaku di Kalangan Kader HMI

LKBHMI Gowa : Hamdan Effect Tidak Akan Berlaku di Kalangan Kader HMI

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com — Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI), Hamdan Zoelva kembali mengeluarkan statement kontroversial dalam pidatonya di acara pembukaan Rakornas II di Kota Balikpapan Kalimantan timur.

Di dalam acara tersebut, Hamdan Zoelva menegaskan posisinya selaku Koordinator MN KAHMI dan memerintahkan secara organisasi untuk hanya mengakui kepemimpinan Arya Kharisma Hardy sebagai Pejabat Ketua Umum serta meminta kepada Presidium MW KAHMI dan MD KAHMI seluruh Indonesia untuk tidak mengindahkan hal-hal yang berkenaan dengan institusi PB HMI di luar Kepengurusan Pejabat Ketua Umum.

Muhaimin Malaba selaku Direktur LKBHMI Gowa, Ahad (1/9/2019), mengatakan; “Hal tersebut adalah sangat tendensius tanpa semangat mempersatukan dan seolah mempertegas de-legitimasi hasil Mandataris Kongres HMI ke-30 di Ambon yang diikuti oleh Cabang dan Badko seluruh Indonesia yang menetapkan R. Saddam Aljihad sebagai Formateur terpilih apalagi itu disampaikan dalam forum resmi Rakornas II MN KAHMI”.

berita terkait : LKBHMI Gowa Raya Anggap Razia Buku di Gramedia Makassar Tindakan Primitif dan Prematur

Lebih Lanjut, Muhaimin melihat “Hamdan Effect” juga terlihat dalam perhelatan Munas KAHMI tahun 2017 yang lalu, namanya tidak ada dalam hasil perhitungan suara Majelis Wilayah dan Majelis Daerah KAHMI di seluruh indonesia yang menetapkan 9 Presidium KAHMI Nasional dan tiba-tiba saat ini menjadi Koordinator Presidium MN KAHMI, Sikap tendensius Hamdan Zoelfa dan Arya Kharisma Hardy ini mengingatkan saya tentang idiom (bird of a feather flock together) Burung dengan bulu yang sama akan berkumpul bersama.

“Persoalan lain pasca penetapan agenda kongres ke XXXI di Kota Palembang pada Pleno II PB HMI di Pulau tidung yang diikuti oleh Fungsionaris PB HMI dan Hampir seluruh Badko HMI se-Indonesia, terdapat sejumlah oknum Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) yang ingin menjegal pelaksanaan kongres HMI tersebut padahal itu adalah tanggung jawab mandataris Kongres sebelumnya, dan kesepakatan Badko HMI se-Indonesia,” ungkapnya.

Sejumlah kader HMI protes atas intervensi ini melalui spanduk yang terpasang di Gedung KAHMI Centre bertuliskan “Kota Palembang Tuan Rumah Kongres HMI Ke XXXI, KAHMI harus panggil Kanda Hamddan Zoelva untuk mempertanyakan niat menggagalkan Kongres”.

“Hamdan Effect akan diuji di kalangan kader HMI terkait sikap arogansinya dalam menolak hasil penetapan Kongres di Palembang dan saya yakin Effect itu tidak akan berlaku sebab psikologi konstitusi senior terhadap juniornya itu tidak melekat dalam pribadi Hamdan Zoelfa,” tutup Muhaimin. (junaid ramadhan)

Check Also

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Solusi atau Masalah?

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– Kementerian Keuangan mengusulkan kenaikan iuran kepesertaan BPJS Kesehatan. Rinciannya, Kelas 1 Naik 100 …

Loading...