Home / OPINI / Mendatangkan Rektor Asing, Asrul : Apakah Pendidikan Nasional Akan Jauh Lebih Baik?
Muhammad Asrul, Sekretaris Jenderal EN-LMND

Mendatangkan Rektor Asing, Asrul : Apakah Pendidikan Nasional Akan Jauh Lebih Baik?

JAKARTA, KORANMAKASSARNEWS.com — Apakah dengan mendatangkan rektor asing, tenaga pengajar asing, Perguruan tinggi Asing atau istilahnya internasionalisasi pendidikan akan membuat kualitas pendidikan nasional jauh lebih baik dan bisa bersaing dengan PT Luar dengan ranking dunia !?!

Demikian pertanyaan yang dilontarkan Sekretaris Jenderal Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND), Muhammad Asrul, Jum’at (2/8/2019).

berita terkait : Eksekutif Wilayah Sulawesi Selatan Perluas LMND ke Kota Parepare

Lebih jauh Asrul mengungkapkan bahwa, Internasionalisasi pendidikan hanya salah satu faktor dari kategori word university ranking. Padahal pemerintah seharusnya membenahi persoalan pendidikan nasional dimulai dari persoalan mendasar, yakni :

1. Pemerintah seharusnya memperjelas arah dan orientasi pendidikan nasional yang harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan nasional dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

2. Tata kelola pendidikan nasional yang sejak orde baru sampai era reformasi sekarang semakin melepaskan tanggung jawab negara. Seharusnya negara dalam hal ini pemerintah mengelola, membenahi, serta mengontrol sektor pendidikan itu secara serius dan tidak melepaskan sepenuhnya ke Lembaga pendidikannya. Bayangkan jumlah PT kita di angka 4.600 jauh lebih banyak dibandingkan Cina dan Singapura. Tetapi tidak menghasilkan kualitas SDM yang mumpuni dan kompetitif di era sekarang.

3. Membuat lembaga pendidikan bisa diakses oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai amanat konstitusi. Lembaga pendidikan hari ini khususnya PT semakin susah diakses karena disebabkan biaya pendidikan setiap tahunnya naik 10% (Data BPS) dan menyusahkan rakyat kelas menengah dan menengah ke bawah. Seharusnya Kemeristekdikti mengeluarkan kebijakan-kebijakan progresif untuk menekan atau menghapus biaya pendidikan di PT baik biaya UKT, uang pangkal, biaya wisuda, KKN, SPP, BPP yang sangat memberatkan agar APK kita bisa dinaikan. Jangan bertahan diangka 31.75 melulu.

4. Memperbaiki sistem dan kurikulum pendidikan nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Agar supaya tidak ketinggalan zaman. Negara-negara maju sudah adaptif dengan revolusi Industri 4.0 malahan sudah mengarahkan dan mempersiapkan 5.0 kita masih ketinggalan jauh. Masih era 2.0

5. Memaksimalkan potensi SDM Indonesia yang ada untuk memperbaiki kualitas PT agar memiliki prestasi tingkat dunia. Bayangkan jumlah Dosen Megister Indonesia diangka 210.925, doktoralnya 43.697, profesornya 5.463 dengan berbagai macam hasil karya dan kompetensi mereka. Masa kita harus butuh SDM dari luar. Kenapa kita tidak memulangkan saja SDM Indonesia yang dulu kuliah dan menetap di luar negeri dipulangkan di indonesia untuk membangun kualitas pendidikan kita. Atau saran lain pertukaran pelajar dengan Negara-negara yang secara spesifikasi memiliki keahlian dibidang sains dan IT.

6. Internasionalisasi pendidikan akan memicu pergeseran kultural dan karakter bangsa Indonesia. Bukankah membangun bangsa seharusnya dibangun di atas kultur dan masyarakatnya sendiri?

7. Meningkatkan riset-riset Ilmiah sebagai basis material dalam mengarahkan dan mengembangkan produktifitas karya dan kemampuan kerja sesuai dengan spesialisasinya.

8. Menjadikan lembaga pendidikan kita berbasis kompetensi dan inovasi dalam menunjang perkembangan zaman.

9. Mengalokasikan anggaran riset, infrastruktur, laboratorium, seni dan budaya lebih prioritas dari besaran anggaran 492,5 triliun dari APBN. (jun)

Check Also

Catatan dari Kawan Seperjuangan Arkilaus Baho Yamakam untuk Papua

JAKARTA, KORANMAKASSARNEWS.com — Ormas-ormas sektarian berhasil bikin radikalisme subur, ormas rasis bangkitkan rasisme subur, Nasionalisme …

Loading...