Home / EKOBIS / Mirip Kejadian di Tahun 1998, Bambang: Hubungan Tidak Ada, Ini Bentuk Untuk Menghargai Rupiah Sebagai Kedaulatan Bangsa

Mirip Kejadian di Tahun 1998, Bambang: Hubungan Tidak Ada, Ini Bentuk Untuk Menghargai Rupiah Sebagai Kedaulatan Bangsa

BULUKUMBA, KORANMAKASSARNEWS.COM — Gebyar Cinta Rupiah yang dihadirkan oleh Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) hampir sama yang pernah dilakukan di tahun 1998. Kala itu diberi nama Gerakan Cinta Rupiah yang diprakarsai oleh putri Presiden Soeharto, Tutut Hadiarti Rukmana pada masa itu.

Di tahun 1998, gerakan itu dinilai gagal setelah Tutut Hadiarti mengajak masyarakat untuk melepas valas kala itu. Maka di tahun itu, Rupiah jatuh dalam sejarah Indonesia pada tanggal 17 Juni yang dimana posisi Rupiah menjadi Rp 16.650 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Bank Indonesia Cabang Sulawesi Selatan, Bambang Kusmiarso mengatakan bahwa kejadian di Tahun 1998 tidak ada hubungannya dengan Gebyar Cinta Rupiah yang berlangsung di Lapangan Pemuda, Kabupaten Bulukumba, Minggu 6 Oktober 2019.

“Ini tidak ada hubungannya dengan apakah nanti ada atau telah ada. Ini lebih kepada bagaimana kita menghargai Rupiah sebagai kedaulatan bangsa,” ujarnya di Lapangan Pemuda, Minggu kemarin 6 Oktober 2019.

Bambang melanjutkan bahwa pihaknya mengadakan Gebyar Cinta Rupiah lantaran salah satu kecamatan di Bulukumba kurang baik dalam kualitas uang yang diberedarkan.

baca juga : Miliki Nilai Perputaran Uang Capai 179 Miliar, Bulukumba di Pilih Jadi Puncak Acara BI Gebyar Cinta Rupiah

“Makanya kita lihat ini bagaimana kita meningkatkan salah satu diantaranya dengan Gebyar Rupiah karena kan tadi kita lakukan kas di dalam dan luar kota, ada juga kas penukaran yang dilakukan bukan di kantor kita, ada juga kas titipan,” lanjut Bambang.

Bambang menekankan jika pihaknya telah melakukan seluruh cara dalam rangka memperbaiki kualitas uang Rupiah yang beredar. (*)

Check Also

Dukung Pelaku IKM, Pemprov Sulsel Bakal Sediakan Pasar Seni di Lokasi Wisata

Dimulai Usai Pengembangan Kawasan Pariwisata dan Rest Area MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM —Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM …