Home / POLITIK / Omnibuslaw, LMND : Gerakan Mahasiswa dan Rakyat Bukan Digerakkan oleh Hoaks
Muhammad Asrul, Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND)

Omnibuslaw, LMND : Gerakan Mahasiswa dan Rakyat Bukan Digerakkan oleh Hoaks

JAKARTA, KORANMAKASSARNEWS.com — Gelombang aksi menuntut pencabutan undang-undang Omnibuslaw Cipta Kerja terus begulir di seluruh penjuru negeri, sementara beberapa pihak menyebutkan bahwa aksi yang digelar oleh mahasiswa dan tidak sedikit elemen masyarakat digerakkan oleh hoaks.

Namun bagi elemen pergerakan yang selalu eksis mengawal permasalah masyarakat bawah, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), menilai aksi yang digelar mahasiswa dan masyarakat tekait disahkannya undang-undang Omnibuslaw Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020 adalah murni perjuangan masyarakat setelah mengetahui bahwa produk perundang-undangan ini tidak berpihak kepada masyarakat kecil bahkan sebaliknya dibuat untuk kepentingan pemodal dan asing.

Dalam melihat perkembangan gerakan mahasiswa dan rakyat dalam penolakan UU-Omnibuslaw Cipta Kerja maka dengan ini kami atas nama pengurus Eksekutif Nasional, Ketua Umum LMND, Muhammad Asrul dalam siaran persnya, Selasa (13/10/2020) menyampaikan sikapnya.

Asrul mengaskan bahwa, perlawanan ini benar-benar perlawanan rakyat yang resah dengan pemerintah dan DPR-RI yang mensahkan UU-Omnibuslaw Cipta kerja yang selama ini sejak pengajuan dan pembahasannya sudah ditentang oleh gerakan rakyat

Lebih lanjut dikatakannya; “Kami mengklarifikasi bahwa gerakan mahasiswa dan rakyat ini bukan digerakkan oleh hoaks ataupun oleh parpol manapun yang dituduhkan oleh pemerintah tetapi gerakan rakyat ini benar-benar gerakan yang lahir dari akar rumput akibat beberapa kebijakan pemerintah yang sama sekali tidak peduli terhadap nasib rakyat. Seperti UU-Omnibuslaw, Revisi UU-KPK, RKUHP, UU-Minerba, Kenaikan BPJS, dll”.

Untuk itu LMND mendesak aparat kepolisian untuk tidak melakukan represifitas dan penangkapan terhadap mahasiswa dan segera membebaskan massa aksi yang tertangkap dalam perjuangan menolak UU-Omnibuslaw Cipta kerja. Jika penangkapan dan represifitas ini terus dilakukan justru tidak akan menyurutkan perlawanan rakyat tetapi justru akan semakin menguatkan perlawanan.

BACA JUGA : EK LMND Berunjuk Rasa di Depan Polrestabes Makassar Tuntut Oknum Satpol PP

Mendesak presiden Jokowi-Amin untuk segera mencabut UU-Cipta Kerja dan beberapa produk perundang-undang yang tidak berpihak kepada rakyat tetapi berpihak kepada korporasi dan modal asing.

Asrul pun nendorong kepada seluruh elemen gerakan untuk terus mengkonsolidasikan diri dan memperkuat simpul-simpul gerakan serta memperluas gerakan perlawanan terhadap UU-Cipta Kerja.

Editor : Junaid Ramadhan

Check Also

Erick Thohir Diingatkan ARJ, untuk Tidak Melupakan Jasa Relawan Jokowi Pada Pilpres 2019

JAKARTA, KORANMAKASSARNEWS.COM — Aidil Fitri Kordinator Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) mengingatkan, Erick Thohir Menteri BUMN …