Home / PARLEMEN MAKASSAR / Ormas Islam Kawal Ketat Perda Minol yang Akan Dibahas Dalam Rapat DPRD Makassar Besok

Ormas Islam Kawal Ketat Perda Minol yang Akan Dibahas Dalam Rapat DPRD Makassar Besok

KORANMAKASSARNEWS.COM — Infonya besok kamis (10/9/20) DPRD Kota Makassar akan melaksanakan rapat untuk persiapan paripurna mengenai pembahasan perda minol. Brigade Muslim Indonesia (BMI) meminta agar DPRD Kota Makassar harus hati hati dalam pembahasan perda minol jangan sampai mereka ini bukannya memperkuat perda nomor 4 tahun 2014 mengenai pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol (minol) tapi malah melemahkan perda tersebut soal minol.

“Kami ingin ingatkan lagi ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo untuk memegang teguh janjinya saat kami berdialog dengannya bersama kapolrestabes, ketua FUIB dan laskar tauhid yang diwakili ustad Abdul Rahman di kafe beliau saat itu beliau katakan bahwa pembahasan perda ini penting karena berangkat dari adanya temuan KPK mengenai restribusi yang dianggap rendah”, ungkap Ketua BMI, Muh. Zulkifli saat dikonfirmasi, rabu malam (9/9/20).

Dirinya mengaku telah sepakat jika resribusi itu di naikkan dan akan lebih baik lagi jika peredarannya lebih di batasi, dimana saat ini banyak kafe yang sebemarnya tidak boleh menjual miras malah diberi ijin menjual baik itu di dalam mall seperti Mall Panakukang, Trans Mall dan Mall Pipo ataupun tempat lainnya seperti Daun Cafe, Noyu Cafe dan lain lain sebagainya.

“Dan ini sepertinya merupakan sebuah upaya untuk menghindari pajak, harusnya semua tempat yang menjual minol untuk diminum di tempat memiliki ijin sebagai bar, pub, hotel, diskotik atau tempat karaoke supaya mereka bisa membayar restribusi yang sesuai dengan aturan bukan malah di beri ijin kafe yang restribusinya malah lebih rendah dari tempat tempat penjual minol”, sambung kader Pemuda Pancasila Sulsel ini.

Zul mengingatkan kepada pihak DPRD yang di dalamnya sebagian besar muslim tapi terkadang membuat ormas Islam khawatir karena sepertinya bisa saja ada oknum oknum yang rela menjual akidahnya untuk memuluskan kepentingan kepentingan para pengusaha cafe dan mall agar tetap diberi ijin menjual miras.

“Untuk itu kami ingatkan bahwa Makasar ini disebut juga sebagai kota serambi Medinah jadi jangan karena ulah kalian gelar kota serambi Medinah ini berubah menjadi kota miras, ¬†insya Allah kami akan berkoordinasi dengan ormas nasional dan agama untuk mengawal masalah ini dengan ketat”, pungkas Zul. (*)

Check Also

BMI Minta Ketua DPRD Kota Makassar Dukung Rekomendasi Komisi A untuk Tutup Usaha Penjualan Minol di Mal-Mal

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Setelah melewati serangkaian perdebatan yang cukup memakan energi, akhirnya saat ini hasilnya …