Home / NEWS / Pimpinan Fatayat NU Makassar Dilantik, Siap Membangun Kesadaran Kritis Perempuan

Pimpinan Fatayat NU Makassar Dilantik, Siap Membangun Kesadaran Kritis Perempuan

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM – Pengurus Pimpinan Cabang dan Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kota Makassar periode 2019-2024 resmi dilantik di Aula Balai diklat Keagamaan Kota Makassar, Ahad (10/11/2019).

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan anak Kota Makassar, ketua Tanfidziah PC NU Kota Makassar, Ketua Muslimat NU Kota Makassar, ketua PW Fatayat NU Sulsel, ketua GP Ansor Sulsel dan Makassar, PMII, LTNU, SP Anging Mammiri.

Ketua Fatayat NU kota Makassar Mutmainnah Syam yang sering disapa Ainha mengungkapkan, ada banyak permasalahan perempuan yang menjadi pekerjaan rumah kita semua terutama menjadi PR Fatayat Sebagai organisasi perempuan Muda NU.

“Kita punya banyak masalah perempuan, misalnya tingginya angka kemiskinan pada perempuan kerap kali menjadi penyebab KDRT, masih marak pernikahan anak, hal ini menyebabkan kualitas pendidikan perempuan otomatis rendah karena harus putus sekolah, belum lagi soal pelecehan seksual, perdagangan perempuan, rendahnya tingkat kesehatan reproduksi perempuan, angka kematian Ibu yang tinggi, dan masih banyak lagi, Fatayat NU Kota Makassar harus mengambil peran untuk ikut menyelesaikan segudang masalah perempuan tersebut,” ungkap Ainha.

baca juga : Iqbal Suhaeb Dampingi Nurdin Abdullah Buka Secara Resmi Ummat Fest 2019

Selain itu, menghadapi era industri 4.0, Fatayat sadar harus memberikan pembekalan kepada seluruh anggotanya.

“Era baru industri 4.0 mau tidak mau suka tidak suka harus kita imbangi, pengurus fatayat harus punya skill IT, sekarang pemasaran ekonomi dan ideologi terjadi di internet, mimbar dakwah bergeser, tidak lagi bertumpu pada masjid tapi di youtube, di internet, jamaahnya lebih banyak ketimbang didepan mimbar masjid, jadi Fatayat harus melek IT,” ujar Ainha lagi.

Penerima beasiswa LPDP program magister ini melanjutkan kader Fatayat harus pula menguasai teknologi informasi. “Dulu dan sekarang beda masanya, kalau dulu buta aksara itu tidak bisa membaca, sekarang buta aksara bukan lagi yang tidak bisa membaca tapi tidak bisa IT dan bahasa Asing,” katanya. (*)

Check Also

Keseruan Silaturahmi Majelis Pemuda Indonesia dan Alumni KNPI Sulsel

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Silaturahmi Majelis Pemuda Indonesia dan Temu Alumni KNPI Sulsel yang di gelar …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.