Home / BALAIKOTA / Tenri A Palallo, Meniti Tawa Untuk Perempuan dan Anak Makassar
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kota Makassar Tenri A Palallo

Tenri A Palallo, Meniti Tawa Untuk Perempuan dan Anak Makassar

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com – Dengan gayanya yang lugas dan blak-blakan, Tenri A Palallo meladeni pertanyaan wartawan yang bertandang ke kantor Sekretariat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), jalan Anggrek raya No.11, kelurahan Paropo kecamatan Panakkukang Makassar, Jumat (27/7/2019), Malam.

Dibalut suasana santai, wanita kelahiran, Lamakajo kab Wajo Sulsel, 51 tahun silam ini, langsung membuka pembicaraan yang tak lepas dari aktivitas kesehariannya sebagai Kepala Dinas dan Bunda bagi ribuan anak di Makassar.

Wanita berjilbab dan berkacamata ini mengakui, banyak menghabiskan waktu mengurusi kegiatan kedinasan, berbaur tanpa sekat bersama bawahannya yang sudah dianggap keluarga sendiri. Baginya kantor sudah menjadi rumah kedua baginya.

“Beginilah keseharian saya, punya dua kantor, satu di Balai kota dan di sini (P2TP2A), Jadi saya harus membagi waktu selain di kantor juga ke lapangan memberikan sosialisasi.” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kota Makassar Tenri A Palallo

Saking cintanya dengan rutinitas kesehariannya, Tenri kerap berada di kantor hingga larut malam, bahkan terkadang tidak pulang jika ada tugas mendesak yang harus diselesaikan tepat waktu.

Seperti saat gelaran Hari Anak Nasional (HAN) yang dilaksanakan 19-23 Juli 2019. Dipilihnya Sulsel khususnya kota Makassar sebagai tuan rumah, mengharuskan Tenri menginap selama dua minggu di kantor P2TP2A, demi persiapan acara yang dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Susana Yembise dan Menteri Keluarga Ketenagakerjaan dan Layanan Sosial Turki Zehra Zumrut Selcuk.

“Hasilnya cukup membanggakan, acaranya meriah, Ibu menteri sangat senang bahkan kota Makassar meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) predikat Nindya dari Kementerian. Kota satu satunya di Indonesia Timur.” imbuhnya.

Karir dan Prestasi Kedinasan

Meraih sembilan penghargaan dalam kurun 4 tahun oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) kota Makassar merupakan prestasi yang patut dibanggakan. Melalui pergulatan dan kerja keras tanpa henti, SKPD dibawah kendali Tenri A Palallo bisa dikata telah menunjukkan hasil yang sangat memuaskan.

Upaya DP3A untuk mendongkrak kualitas hidup perempuan dan anak di kota Makassar mulai menampakkan hasil. Paradigma publik terhadap peran perempuan dan anak yang dianggap tidak dibutuhkan dalam pembangunan berangsur berubah. Hal tersebut dibuktikan dengan torehan prestasi baik tingkat provinsi maupun nasional.

Berikut prestasi yang dicapai Tenri A Palallo, selama lebih 4 tahun, memimpin Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak,

*Tahun 2015:
-Kota menuju layak Anak,
-Juara2 Peningkatan peranan wanita menuju keluarga sehat sejahtera (P2WKSS),
*Tahun 2016
-Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tingkat Madya,
-Juara 2 Peningkatan peran keluarga menuju ketahanan dan kesejahteraan keluarga (P2K3) tingkat Provinsi Sulsel,
*Tahun 2017
-Juara 1 P2K3 tingkat Provinsi Sulsel, -Kota layak Anak (KLA) tingkat Madya,
*Tahun 2018
-Juara 1 P2K3 tingkat provinsi Sulsel (2018), Kota Layak Anak (KLA) tingkat Madya,
*Tahun 2019
-DPPPA kota Makassar meraih predikat KLA tingkat Nidya, bersanding dengan 23 kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

Merajut Tawa Anak Hingga Raih (Magister) S2

Selain Inisiator kemandirian anak kurang beruntung di Institute Saribbattang, Tenri juga selaku Wartawan senior, memberikan pembekalan ilmu jurnalistik kepada 9 anak berlatar belakang kurang mampu. Mereka Pertama kali dipertemukan dalam kongres temu anak tahun 1999, di komplek Antang kecamatan Manggala.

Tenri A Palallo menjalin kebersamaan Anak

Melihat potensi besar yang perlu digali dan diasah pada anak anak ini, Tenri bertekad menggembleng mereka dengan menerapkan kedisiplinan dan pendidikan moral berlandaskan kemanusiaan dan agama.

“Saya masih kelas 6 SD saat itu, kita sudah diajari cara menulis karya jurnalistik.” kata Naris, salah seorang anak asuh yang hingga saat ini membantu Tenri menyelesaikan tugas tugas kedinasan di P2TP2A.

Suatu ketika, Naris bersama 8 temannya dibawa ke lapangan Karebosi kemudian disuruh bikin berita. “Ibu bilang; kalau Pulang, harus ada berita.” imbuhnya.

‘Kalau mulutmu dibungkam, penamu bicara, kalau penamu sudah tumpul, percaya kebenaran akan datang’. Ungkapan ini menjadi senjata ampuh bagi 9 anak tersebut dalam menjalani kehidupannya hingga dewasa.

Melanjutkan kisahnya, Naris mengungkapkan bagaimana susahnya menjadi pemulung sambil sekolah, Bahkan untuk makan sehari saja Ia sudah sangat bersukur apalagi bersekolah.

“Dulu, saya tidak pernah bayangkan kalau bisa selesai Pendidikan SD. Makan saja kita susah apalagi Sekolah. Tapi Ibu selalu berpesan Sekolah ko.., sekolah ko..sekolah ko.. (Bhs lokal : kamu harus bersekolah).” kenang Naris.

Berkat hasil gemblengan Kadis DPPPA Makassar, Naris berhasil meraih titel Magister S2 di Universitas Hasanuddin Makassar.

Anak anak SD berlatar belakang anak pemulung, tukang becak, penjual ikan dan penjual kue tersebut telah dewasa dan kini, boleh dikata cukup berhasil di bidangnya masing masing.

“Sekarang sudah ada jadi Pedagang beras di Pare pare, Kepala Pengawas di BRI Sulsel, Penggerak Lorong, Apoteker, Perusahaan Tambang, Designer, Pengacara dan saya bersama seorang teman jadi Pendamping P2TP2A di sini.” terangnya.

Tenri A Palallo saat ditanya apa yang mendasari dirinya mau berjuang hingga mengorbankan kehidupannya untuk kemaslahatan Perempuan dan Anak, hanya menjawab singkat, “Mungkin ini panggilan Alam.”

(Ilham)

Check Also

Resmikan Revitalisasi Taman Gajah, Iqbal : Kami akan Sediakan Mimbar Aspirasi

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb meresmikan revitalisasi taman gajah dan pos …

Loading...