Home / INSTITUSI / TMMD Ke-108 Angkat Ekonomi Masyarakat Meskipun di Tengah Pandemi Covid-19

TMMD Ke-108 Angkat Ekonomi Masyarakat Meskipun di Tengah Pandemi Covid-19

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com — Demi kemaslahatan negeri, TNI dalam program kegiatan lintas sektoral yakni bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia saling mengisi dan bersinergi mengejawantahkan Sapta Marga dan Misi Institusi dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 Tahun 2020.

Kegiatan lintas sektoral dengan Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) dan komponen masyarakat lainnya ini dilaksanakan secara gotong-royong dan bukan domain TNI saja.

Hajatan TNI dalam membantu tugas Pemda membangun daerah dan masyarakat ini telah dimulai pada tanggal 30 Juni dan berakhir pada 29 Juli 2020 secara serentak, dengan menggelar pembangunan infrastruktur di 44 Kabupaten/Kota atau 49 kecamatan (74 desa). Selain sasaran fisik/infrastruktur, tentu juga non fisik.

Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin sebagai sebuah institusi yang turut berupaya untuk selalu menjadi yang terdepan dalam mengabdikan diri kepada masyarakat. Dengan dorongan semangat pengabdian ini, berbagai kegiatan dilakukan yang bersentuhan dengan masyarakat dan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan.

TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD, sebagai salah satu wujud bhakti TNI dalam membantu Pemerintah Daerah untuk percepatan pembangunan guna kemajuan dan kemakmuran masyarakat di wilayah.

Terkait dengan istilah TMMD, adalah sejarah lalu dengan istilah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) Masuk Desa (AMD) yaitu tentara (TNI) bersama masyarakat turut berperan aktif membantu pembangunan. Diawali pada tahun 1980 ketika pertama kali digagas oleh Jenderal M. Yusuf.

Program AMD pada waktu itu fokus pada pembangunan masyarakat pedesaan karena desa memiliki peran penting dalam pembangunan nasional diantaranya perintisan jalan, pembangunan jembatan, perbaikan rumah, pengairan, dan sebagainya. Seiring dengan dinamika kehidupan bangsa pada saat program AMD mencapai tahap manunggal ke-61 (tahun 1998) yang memasuki era Reformasi, berpengaruh terhadap tatanan organisasi khususnya perubahan nama dari ABRI menjadi TNI dan pada tanggal 16 Juni 1999, Panglima TNI menetapkan perubahan ABRI Masuk Desa berubah menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Hanryan Indrawira, S.Sos mengatakan bahwa TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin digelar di dua Provinsi empat Kabupaten meliputi Provinsi Sulawesi Selatan yakni di wilayah Kodim 1410/Bantaeng di Kab. Bantaeng, Kodim 1425/Jeneponto Korem 141/Tp di Kab. Jeneponto sedangkan di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu di wilayah Kodim 1412/Kolaka di Kab. Kolaka dan Kodim 1417/Kendari Korem 143/HO di Kab. Konawe Kepulauan.

“Bentuk kegiatan yang dilakukan yakni sasaran fisik berupa pembangunan fasilitas umum meliputi pembukaan/perbaikan jalan, pembuatan/perbaikan jembatan, saluran air/irigasi, rehab RTLH dan lain sebagainya, pembangunan fasilitas sosial meliputi perbaikan/pembuatan tempat ibadah, Puskesmas, pasar, ruang serbaguna, tempat olahraga dan lain sebagainya dan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat setempat.

Sedangkan sasaran non fisik berupa pemberian penyuluhan/sosialisasi dan pembekalan berbagai materi yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan pembicara dari Kementerian/LPNK dan dinas setempat antara lain Penyuluhan bela negara, Penyuluhan wawasan kebangsaan, Penyuluhan/sosialisasi pelayanan kesehatan, Penyuluhan/sosialisasi pertanian, Penyuluhan/ sosialisasi pendidikan, Penyuluhan/sosialisasi hukum dan k

Kamtibmas, Penyuluhan/sosialisasi Narkoba, Penyuluhan/sosialisasi keagamaan, Penyuluhan/sosialisasi KB Kesehatan, Penyuluhan/sosialisasi perikanan/peternakan, Penyuluhan/sosialisasi lingkungan hidup dan kehutanan, Penyuluhan/sosialisasi kegiatan pelayanan publik dan kependudukan, Penyuluhan/ sosialisasi bahaya teroris dan paham radikalisme dan Penyuluhan/sosialisasi bidang lainnya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat”, jelas Kapendam.

Menyikapi bantuan TNI pada program TMMD ke-108 oleh Jajaran Kodam XIV/Hasanuddin salah satunya adalah di Kabupaten Jeneponto, Drs. H. Ikhsan Iskandar, M.Si selaku Bupati Jeneponto tak tahan memberikan tanggapan ketika pembangunan yang dilakukan telah usai dan pihaknya pun memberi apresiasi terhadap Kodim 1425/Jeneponto karena telah menjadikan wilayahnya sebagai salah satu sasaran TMMD yang sangat membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan di daerahnya.

“Program TMMD ini sangat positif dalam rangka membantu Pemerintah Daerah, khususnya di wilayah pedesaan dalam mengangkat dan meningkatkan perekonomian serta mensejahterakan kehidupan sosial masyarakat sehingga taraf kehidupannya semakin sejahtera”, tuturnya.

Senada dengan penuturan Bupati Jeneponto, Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Irfan Amir mengatakan bahwa pelaksanaan TMMD di Kab. Jeneponto saat ini disambut baik oleh warga Jeneponto khususnya di Desa Bontorappo yang nerupakan lokasi TMMD dilaksanakan.

“Di wilayah Kab. Jeneponto ini terdapat beberapa sasaran, baik fisik maupun non fisik, sasaran fisik berupa Perintisan Jalan Desa sepanjang 1.470 x 6 m, Pembuatan Jembatan sepanjang 10 x 6 m, Pembuatan Plat Duekker 3 buah dan Pembuatan talud sepanjang 300 m serta pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), sedangkan non fisik yaitu Penyuluhan Hukum, Narkoba, Wasbang, Pertanian, Bakti Sosial, Khitanan Massal dan Pengobatan Umum”, sambungnya.

Dandim menambahkan bahwa capaian TMMD Kodim 1425/Jeneponto yakni salah satu yang dirindukan warga desa setempat adalah akses jalan Desa dari Dusun Borongloe menuju Kantor Desa Bontorappo. Betapa tidak warga Dusun Borongloe jika ingin menuju Kantor Desa Bontorappo harus menempuh jarak sekitar 7 Kilometer atau harus melalui tiga desa di sekitarnya. Kini impian masyarakat Dusun Borongloe menuju Kantor Desa Bontorappo terwujud dengan akses jalan yang lebih dekat, dari 7 Kilometer disulap menjadi 1.4 Kilometer.

“Melalui TMMD Ke-108 Kodim Jeneponto di Desa Bontorappo dengan pekerjaan fisik dan non fisik termasuk rehab rumah tidak layak huni, terjawab sudah keinginan masyarakat”, tandasnya.

Irfan Amir yang juga putra Jeneponto ini berharap kepada warga Dusun Borongloe tidak harus lagi menempuh jarak sekitar 7 Kilometer untuk sampai di kantor Desa Bontorappo. Cukup dengan 1,4 Kilometer lebih mereka sudah sampai di kantor Desa. Selain itu, kata Irfan jalan yang dirintis oleh Satgas TMMD akan dinikmati oleh warga yang memiliki lahan pertanian yang berada di sekitar jalan yang dirintis untuk memudahkan pengangkutan hasil pertanian ke rumah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Desa Bontorappo H. Mustafa tidak tinggal diam melihat apa yang di perbuat oleh anggota Satgas TMMD ke-108 Kodim Jeneponto untuk membangun desanya.

Kepala Desa Mustafa juga ikut serta berpartisipasi dengan turun langsung ke lokasi bersama-sama dengan komandan SSK TMMD Kapten Inf Abd. Hakim dan anggota Satgas TMMD, termasuk mendampingi Dansatgas TMMD Kodim Jeneponto Letkol Inf Irfan Amir.

“Kekompakan yang ditunjukkan antara warga dan anggota satgas di TMMD ini adalah bukti kemanunggalan Tentara dan rakyat dalam membangun desa kami tanpa kenal lelah”, ujar Mustafa.

Selain itu, Mustafa berharap apa yang telah diperbuat oleh Satgas TMMD ke-108 Kodim Jeneponto di Desa Bontorappo dapat memberikan manfaat yang tak terhitung nilainya bagi warga.

BACA JUGA : Kunjungan Kerja Pangdam XIV/Hsn di Lokasi TMMD 108 – Konkep

“Semoga para anggota Satgas TMMD diberikan kesehatan dan keselamatan selama melaksanakan tugas mulia ini serta dapat menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya,” pungkasnya.

Selain pencapaian sasaran fisik yang telah memberikan kepuasan bagi warga, Satgas TMMD juga memberikan bukti nyata berupa kegiatan non fisik yang menyentuh langsung ke masyarakat dengan adanya beberapa penyuluhan yang dilakukan oleh anggota Satgas.

Dari pantauan media saat di lokasi TMMD dan bertemu langsung dengan warga, terlihat jelas ungkapan rasa bahagia warga Desa Bontorappo yang telah terbantu dengan masuknya Satgas TMMD dan berharap TMMD selanjutnya dapat kembali menyentuh masyarakat Desa Bontorappo. (Pendam XIV/Hsn)

Check Also

Operasi Patuh 2020 Berakhir, Ini Himbau Kasat Lantas Polres Parepare Kepada Masyarakat

PAREPARE, KORANMAKASSARNEWS.COM — Operasi Patuh 2020 terakhir di laksanakan kemarin pada tanggal (5/8), satuan lantas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.