Home / HUKUM & KIRIMINAL / WALHI Sulsel Minta Menteri Erick Thohir Serius Selesaikan Konflik Tanah Adat Pamona
Muhammad Al Amin, Direktur Eksekutif WALHI Sulsel

WALHI Sulsel Minta Menteri Erick Thohir Serius Selesaikan Konflik Tanah Adat Pamona

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com — Konflik agraria kembali terjadi dan lagi-lagi warga masyarakat yang harus jadi korbannya, kali ini warga Pamona dan Pancakarsalah yang menjadi korbannya.

Konflik agraria serupa sengketa lahan antara masyarakat Pamona dan desa Pancakarsa dengan PTPN sudah sering terjadi. Pengalaman WALHI dalam mengadvokasi sudah dilakukan dalam 4 kasus yakni konflik argaria antara warga Polombangkeng dengan PTPN XIV Pabrik Gula Takalar, Wajo, Maiwa Enrekang, dan sekarang di PTPN perkebunan Kelapa Sawit di Mangkutana Luwu Timur.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin, kepada media dalam kegiatan konferensi pers yang digelar di sekretariat WALHI Sulsel di Jl. Aroepala kompleks Permata Hijau Lestari Blok Q1 No. 8 Makassar, Senin (23/11/2020).

“Rakyat kerap kali menjadi korban bisnis Negara untuk memperluas/ meningkatkan APBD serta APBN. Tanah-tanah rakyat, tanah-tanah masyarakat adat yang sudah dikelola bertahun-tahun dan sudah memberikan banyak benvit bagi masyaraklat dan keluarganya itu menjadi korban dan tidak dianggap oleh Negara sebagai inkam dan sebagai sesuatu yang bermanfaat,” bebernya.

Yang terjadi adalah, tambah Al Amin,  Negara dalam hal ini pemerintah sering kali mengabaikan hal-hal tersebut dan mengambil tanah-tanah itu secara paksa.

Check Also

Hanya Hitungan Hari, Proyek Paving Block di Lakkang Sudah Rusak

KORANMAKASSARNEWS.COM — Hasil pemantauan dan investigasi LSM PERAK terkait pekerjaan Jalan Paving Blok di Kelurahan …