11 Oktober 1939 : Presiden AS Franklin D. Roosevelt Menerima Surat Dari Einstein Mengenai Bom Atom

KORANMAKASSAR.COM — Senjata nuklir, bom nuklir atau bom atom adalah senjata pemusnah massal yang mendapat tenaga dari reaksi nuklir dan mempunyai daya ledak yang sangat tinggi. Senjata nuklir mampu memusnahkan sebuah kota atau bahkan sebagian dari satu negara, tergantung dari jenis dan kekuatan senjata tersebut.

Senjata nuklir telah digunakan hanya dua kali dalam pertempuran – semasa Perang Dunia II oleh Amerika Serikat terhadap kota-kota Jepang, Nagasaki. Pada masa itu daya ledak bom nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki sebesar 20 kilo (ribuan) ton TNT. Sedangkan bom nuklir sekarang ini berdaya ledak lebih dari 70 mega (jutaan) ton TNT.

Negara pemilik senjata nuklir yang dikonfirmasi adalah Amerika Serikat, Rusia, Britania Raya, Prancis, Republik Rakyat Tiongkok, India, Korea Utara dan Pakistan. Selain itu, negara Israel dipercayai mempunyai senjata nuklir, walaupun tidak diuji dan Israel enggan mengkonfirmasikan apakah memiliki senjata nuklir ataupun tidak mempunyai senjata nuklir. Lihat daftar negara dengan senjata nuklir untuk lebih lanjut.

Senjata nuklir kini dapat dilancarkan melalui berbagai cara, seperti melalui pesawat pengebom, peluru kendali, peluru kendali balistik, dan Peluru kendali balistik jarak benua.

baca juga : 10 Oktober 680 : Husain Bin Ali Cucu Rasullullah SAW Terbunuh Dalam Pertempuran Karbala

Rencana untuk membuat bom uranium oleh negara-negara Sekutu dimulai ketika Albert Einstein menulis surat kepada Presiden AS Franklin D. Roosevelt pada tanggal 11 oktober 1939 dan menyampaikan teori bahwa reaksi rantai nuklir yang tidak terkontrol memiliki potensi besar untuk dijadikan senjata pembunuh massal.

Pada 1940, pemerintah AS menyetujui dana sebesar 6.000 dolar untuk membiayai pembuatan bom atom itu. Proyek yang disebut sebagai proyek Manhattan itu akhirnya mencapai hasil lima tahun kemudian dengan dana yang membengkak hingga dua juta dolar.

Bom akan dijatuhkan kepada Jerman. Namun, karena Jerman telah menyerah dalam Perang Dunia II, pada Agustus 1945 Jepang menjadi korban dari serangan bom atom generasi pertama tersebut. (sumber wikipedia)