Dewan Komando LAM Sulsel Bantah Pernyataan Ketua Labetta Maros Terkait Insiden di Barawaja

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Dewan Komando Lingkar Aktivis Mahasiswa (LAM) Sulsel, yang sering disapa Carlo, mengeluarkan bantahan tegas terhadap pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Ketua Labetta Maros kepada media terkait sejumlah kejadian di Barawaja.

Pernyataan tersebut mencakup isu pembegalan, serangan terhadap Masjid Jami’, serta klaim tidak akurat seputar kelompok legendaris B120.

Dalam konferensi pers yang digelar hari ini rabu (23/10/24) di Makassar, Carlo menekankan bahwa pernyataan Labetta Maros tidak hanya menyesatkan tetapi juga berpotensi menimbulkan kebingungan dan keresahan di masyarakat.

“Kami merasa perlu meluruskan informasi yang telah tersebar luas agar masyarakat tidak salah paham mengenai situasi yang sesungguhnya,” kata Carlo.

Carlo menjelaskan lebih lanjut bahwa peristiwa yang terjadi di Barawaja dan di sekitar Masjid Jami’ tidak memiliki kaitan langsung dengan kelompok B120, dan bahwa laporan terkait tindakan pembegalan tersebut telah mengalami distorsi dalam penyampaiannya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak menyebarluaskan info yang belum terverifikasi, guna menjaga ketertiban dan kedamaian di masyarakat.

Dewan Komando LAM Sulsel juga menyatakan kesiapan mereka untuk bekerja sama dengan pihak berwajib dalam mengungkap fakta sebenarnya di balik kejadian tersebut.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap pelanggaran hukum ditangani secara adil dan berdasarkan bukti yang valid, bukan sekedar asumsi atau dugaan yang belum teruji.

 

Sebagai penutup, Carlo berharap permasalahan ini bisa menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya verifikasi informasi sebelum dilontarkan kepada publik.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan media massa untuk lebih bijak dalam menyikapi isu-isu yang berpotensi sensitif, demi terciptanya situasi yang kondusif dan harmonis.

Carlo juga menantang Labetta beradu data terkait asumsi yang di lontarkan kepada the legend B120 oleh Abhel (ketua) dari Labetta yang katanya telah jadi jama’ah tabligh, sehingga tidak pantas seorang ustad menyebar luaskan berita hoax (tidak benar betul adanya), tutupnya. (*)