MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Pemerintah Kota Makassar mulai merealisasikan pembangunan kawasan urban farming terintegrasi Edukasi Farming (Edufam) pada 2026.
Melalui Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2), proyek Edufam di Barombong (Tamalate) dan Sudiang (Biringkanaya) telah memasuki tahap pengadaan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Kepala DP2 Makassar Aulia Arsyad menyampaikan, tahap perencanaan diperkirakan rampung dalam 1–2 bulan, dilanjutkan pekerjaan fisik mulai Maret 2026.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Wajibkan Sertifikat Higienitas UMKM Kuliner demi Jaga Citra Kota
Pembangunan awal difokuskan pada penimbunan lahan sebelum pengembangan fasilitas secara bertahap.
Kawasan Edufam dirancang sebagai pusat produksi dan edukasi pertanian perkotaan yang terintegrasi, mencakup pertanian, peternakan ayam, budidaya ikan, jamur, maggot, hingga pengolahan sampah.
Program ini melibatkan lintas OPD, antara lain DP2, Dinas Ketahanan Pangan, PU, DLH, dan Dishub.
Baca Juga : Wali Kota Munafri: Hilirisasi Perikanan Kunci Perkuat Ekonomi Maritim Makassar
Selain pembangunan kawasan, DP2 juga mendorong penguatan urban farming berbasis masyarakat di 15 kecamatan melalui bantuan bibit, benih, peternakan ayam, dan perikanan air tawar bagi kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang aktif dan terverifikasi.
Melalui Edufam, Pemkot Makassar menargetkan penguatan ketahanan pangan, peningkatan ekonomi warga, serta terciptanya model urban farming berkelanjutan di wilayah perkotaan. (*)

