SIDRAP, KORANMAKASSAR.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 115 Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi sederhana berbahan alami dengan memanfaatkan batang sereh sebagai spray anti nyamuk di Desa Teppo, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidrap, Selasa (13/1/2026).
Program kerja individu ini digagas oleh Gabriel Angga Pariakan, mahasiswa Fakultas Teknik Unhas, sebagai upaya edukasi dan pencegahan penyakit akibat gigitan nyamuk, khususnya demam berdarah, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap obat nyamuk berbahan kimia.
Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai dampak negatif penggunaan bahan kimia bagi kesehatan dan lingkungan.
Gabriel menjelaskan bahwa sereh mengandung zat alami yang efektif mengusir nyamuk dan aman digunakan sebagai alternatif pengendali serangga.
Selain pemaparan materi, mahasiswa KKN juga melakukan demonstrasi langsung pembuatan spray anti nyamuk. Warga, khususnya ibu-ibu, tampak antusias mengikuti praktik pembuatan, mulai dari pengolahan sereh hingga proses pencampuran bahan secara gotong royong.
Diskusi interaktif pun berlangsung, dengan warga mengajukan pertanyaan terkait daya tahan produk, takaran bahan, hingga peluang pemanfaatannya secara berkelanjutan.
Ketua Kelompok Tani Desa Teppo, Arsyad, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan praktis yang bermanfaat.
Baca Juga : KKN-T 115 Unhas Dorong Kemandirian Desa Teppo Lewat Inovasi Pertanian
Ia menilai inovasi ini lebih aman bagi kesehatan dan lingkungan, serta mudah diterapkan secara mandiri di rumah.
Selain untuk kebutuhan pribadi, spray anti nyamuk berbahan sereh juga memiliki potensi nilai jual, mengingat tingginya minat pasar terhadap produk alami dan ramah lingkungan.
Melalui program ini, mahasiswa KKNT 115 Unhas berharap masyarakat Desa Teppo semakin sadar akan pentingnya penggunaan bahan alami, sekaligus mendorong sinergi antara kesehatan, kelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (*)

