KORANMAKASSAR.COM — Tepat 20 Februari 2026 menandai satu tahun kepemimpinan Bupati Chaidir Syam bersama Wakil Bupati Muetazim Mansyur di Kabupaten Maros.
Dalam periode awal ini, arah pembangunan mulai terlihat jelas, dengan fokus utama pada penguatan sektor pendidikan dan peningkatan partisipasi masyarakat sebagai fondasi kemajuan daerah.
Pendidikan sebagai Pilar Utama
Sepanjang tahun pertama kepemimpinannya, Chaidir Syam menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Dedikasi tersebut tercermin melalui berbagai program nyata, termasuk pemberian Anugerah Pendidikan kepada guru dan kepala sekolah berprestasi.
Langkah ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga upaya membangun ekosistem pendidikan yang kompetitif dan berkualitas.
Pendekatan ini mempertegas bahwa pembangunan sumber daya manusia diposisikan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Maros.
Partisipasi Warga sebagai Kekuatan Pembangunan
Berbekal pengalaman panjang di dunia legislatif, Chaidir Syam menempatkan partisipasi masyarakat sebagai elemen penting dalam pembangunan.
Keberhasilan Maros meraih berbagai capaian, termasuk penghargaan lingkungan dan pengembangan desa wisata seperti Desa Samangki yang masuk dalam 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024, menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat mampu mendorong dampak nyata, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.
Pendekatan kolaboratif ini memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya digerakkan oleh pemerintah, tetapi juga oleh peran aktif warga.
Integrasi Program dan Tata Kelola
Selain pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, pemerintahan Chaidir Syam–Muetazim juga mendorong berbagai program strategis di sektor kesehatan dan infrastruktur.
Program seperti layanan kesehatan gratis, peningkatan gizi masyarakat, hingga percepatan pembangunan jalan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga.
Di sisi lain, konsistensi dalam tata kelola pemerintahan tetap terjaga, ditandai dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan daerah.
Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan tetap berjalan seiring dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Tantangan ke Depan
Meski capaian awal cukup positif, sejumlah tantangan masih perlu mendapat perhatian, seperti pemerataan pembangunan antarwilayah serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Namun, fondasi yang telah dibangun—dengan pendidikan sebagai fokus utama dan partisipasi warga sebagai penggerak—memberikan optimisme bahwa Maros berada pada jalur pembangunan yang tepat.
Penutup
Satu tahun kepemimpinan Chaidir Syam–Muetazim menegaskan arah pembangunan Maros yang berorientasi pada kualitas sumber daya manusia dan kolaborasi masyarakat.
Dengan capaian awal yang telah diraih, Maros memiliki modal kuat untuk melangkah menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan. (*)
Penulis : Muhammad Askar, SKM (Pengamat Pendidikan dan Pembangunan Daerah).


Komentar