Ekonomi Tumbuh 6,44 Persen di 2025, Pemkab Jeneponto Optimistis Hadapi 2026

JENEPONTO, KORANMAKASSAR.COM – Perekonomian Kabupaten Jeneponto menunjukkan tren pertumbuhan yang positif sepanjang 2025.

Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik Kabupaten Jeneponto, pertumbuhan ekonomi hingga Triwulan II Tahun 2025 tercatat mencapai 6,44 persen (c-to-c) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian ini menegaskan bahwa aktivitas ekonomi daerah bergerak dalam jalur yang stabil dan terus menguat.

Bahkan, secara triwulan ke triwulan (q-to-q), pertumbuhan mencapai 23,68 persen, mencerminkan semakin aktifnya produksi dan distribusi di berbagai sektor ekonomi.

Baca Juga : Bupati Paris Yasir Dorong Tenun Tope Jeneponto Raih Status Indikasi Geografis

Struktur ekonomi Kabupaten Jeneponto masih ditopang sektor primer, namun kontribusi sektor sekunder dan tersier juga menunjukkan konsistensi.

Konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan, didukung peningkatan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencerminkan bertambahnya investasi serta pembentukan aset produktif di daerah.

Sepanjang 2025, tren pertumbuhan menunjukkan akselerasi yang semakin baik.

Hal ini menjadi indikator bahwa arah kebijakan pembangunan daerah berjalan efektif, didukung sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melihat perkembangan hingga pertengahan tahun, prospek ekonomi Jeneponto pada 2026 dipandang tetap optimistis.

Baca Juga : Dekranasda Jeneponto Resmikan Galeri dan Buka Ramadhan Bahagia Festival 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

Stabilitas ekonomi kawasan Pulau Sulawesi yang berada di atas rata-rata nasional turut memberikan efek positif terhadap perekonomian daerah.

Di tengah dinamika global, fundamental ekonomi nasional yang tetap solid menjadi ruang penguatan bagi sektor-sektor lokal untuk terus berkembang.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat atas kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, komitmen terhadap pembangunan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan akan terus diperkuat guna menjaga momentum pertumbuhan. (*)

Komentar