MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Semangat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 dipastikan akan mengguncang Kota Makassar.
Gelaran May Day Fest 2026 yang akan berlangsung pada 1 Mei mendatang di Anjungan Pantai Losari diproyeksikan menjadi momentum kebangkitan gerakan buruh terbesar tahun ini, dengan partisipasi massa yang terus meningkat.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia bersama JARNAS Indonesia sebagai upaya memperkuat konsolidasi buruh dan masyarakat.
Tak sekadar peringatan tahunan, May Day Fest 2026 menjadi simbol persatuan, solidaritas, sekaligus dorongan kuat untuk menghadirkan perubahan yang lebih adil bagi kaum pekerja.
Berdasarkan keterangan panitia pada Minggu (12/4/2026), sejumlah agenda akan memeriahkan kegiatan ini, mulai dari fun walk, bazar murah dan UMKM, vergradering (rapat umum), hingga panggung buruh yang menjadi ruang ekspresi, hiburan, sekaligus penyampaian aspirasi.
Baca Juga : Tolak Penggusuran Pedagang, Partai Buruh dan PKL Makassar Demo Balai Kota
Ketua Panitia, Delandy, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kebangkitan solidaritas buruh dan rakyat.
“May Day Fest 2026 bukan sekadar seremoni, melainkan panggung rakyat. Kami ingin menunjukkan bahwa buruh itu kuat, bersatu, dan memiliki peran besar dalam pembangunan,” ujarnya.
Ia juga berharap dukungan penuh dari pemerintah dan unsur terkait, termasuk Pemerintah Kota Makassar, aparat kepolisian, serta TNI, agar kegiatan ini berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina KPBI yang juga Ketua JARNAS Indonesia Sulawesi Selatan, Akhmad Rianto, menekankan bahwa momentum May Day harus menjadi penggerak ekonomi nasional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani, pekerja sektor informal, pedagang kecil, hingga kelompok perempuan dan disabilitas.
Menurutnya, di tengah dinamika global saat ini, buruh perlu mendorong kemandirian bangsa di berbagai sektor strategis seperti pertanian, pertambangan, kelautan, hingga pengelolaan sumber daya yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Baca Juga : Buruh TK Bagasi Pelabuhan Makassar Sampaikan Keluhan, Komisaris Pelindo Turun Langsung Dengarkan Aspirasi
“May Day adalah momentum perjuangan, bukan sekadar perayaan. Ini saatnya buruh bersatu untuk mendorong perubahan nyata,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ketua Wilayah KPBI Makassar, Tono atau Bung Tono. Ia menilai peringatan May Day tahun ini menghadirkan pendekatan baru dalam gerakan buruh.
“Jika sebelumnya identik dengan aksi demonstrasi, kini kita hadir dengan cara yang lebih elegan, dinamis, persuasif, dan humanis. Ini menunjukkan bahwa buruh mampu berinteraksi dengan seluruh elemen, termasuk pemerintah,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa definisi buruh tidak terbatas pada pekerja pabrik, melainkan mencakup seluruh sektor pekerjaan yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
“Buruh adalah penopang devisa negara. Sudah sepatutnya mendapatkan kesejahteraan sebagaimana diamanatkan undang-undang,” tambahnya.


Komentar