Terungkap! Kronologi Penemuan Mayat Kering dalam Mobil di Sleman, Diduga Tewas Sejak Sebulan Lalu

SLEMAN, KORANMAKASSAR.COM — Warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta digegerkan dengan penemuan jasad pria dalam kondisi mengering di dalam sebuah mobil pada Minggu pagi (12/4/2026).

Korban ditemukan di dalam mobil Honda BR-V dengan nomor polisi K 1120 MT yang terparkir di area Balai Padukuhan Pojok Tiyasan.

PS Kasi Humas Polresta Sleman, Argo Anggoro, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung menuju lokasi kejadian.

“Petugas mendapati seorang laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di dalam mobil. Posisi korban berada di kursi pengemudi, mengenakan kaos hitam dan celana pendek abu-abu,” ujarnya.

Baca Juga : Kakek 70 Tahun Ditemukan Tewas Tersangkut Tumpukan Sampah di Kali Konteng Sleman

Korban diketahui berinisial ALB (29), warga Jepara, Jawa Tengah. Berdasarkan keterangan warga, mobil tersebut telah terparkir di lokasi selama kurang lebih satu bulan atau sejak pertengahan bulan Ramadan.

Penemuan jasad bermula saat warga yang tengah bergotong royong hendak mengambil pasir di sekitar balai dusun. Mereka curiga dengan kendaraan yang lama terparkir, lalu memeriksa bagian dalam mobil dan menemukan korban sudah tidak bernyawa.

Dari hasil penelusuran, korban terakhir kali terlihat meninggalkan rumah saudaranya di Condongcatur pada 5 Maret 2026 sekitar pukul 07.25 WIB.

Rekaman CCTV menunjukkan korban pergi menggunakan mobil yang sama dan tidak pernah kembali. Ponselnya tidak dapat dihubungi, sementara dompet berisi identitas seperti KTP dan SIM ditinggalkan di rumah.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa rekaman CCTV, serta berkoordinasi dengan RS Bhayangkara Polda DIY untuk pemeriksaan visum.

Baca Juga : Tragis, Pelajar Tewas Usai Jadi Korban Lemparan Batu

Hasil pemeriksaan awal tim Inafis dan forensik tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan luka akibat kekerasan benda tumpul. Namun terdapat dugaan korban meninggal akibat keracunan karbon monoksida karena berada lama di dalam mobil dalam kondisi tertutup,” jelas Argo.

Polisi memperkirakan waktu kematian korban berkisar antara 15 hingga 37 hari sebelum ditemukan.

Komentar