Viral Pengawalan di Sitinjau Lauik, Kapolres Solok Kota Akui Miskomunikas

SOLOK KOTA, KORANMAKASSAR.COM — Kapolres Solok Kota, Polda Sumatera Barat AKBP Mas’ud Ahmad akhirnya angkat bicara terkait video viral rombongan Arteria Dahlan yang berhenti di tikungan Sitinjau Lauik karena mendapat pengawalan oleh personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas).

Dirinya menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi akibat adanya miskomunikasi anggota yang ada di lapangan.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan terhadap personel yang terlibat, diketahui bahwa kejadian ini dipicu oleh miskomunikasi dalam pelaksanaan tugas pengawalan,” ujar Mas’ud Ahmad saat jumpa pers di Mapolres Solok Kota Rabu 15 April 2026.

Baca Juga : Kasat Lantas Polres Pelabuhan Makassar Siap Berikan Pengawalan Jenazah Kepada Masyarakat Secara Gratis

Saat konferensi pers digelar ia didampingi Kasat Lantas Iptu Akbar Kharisma Tanjung, Kasi Propam AKP Amrizal, serta perwakilan Paminal Polda Sumatera Barat.

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk transparansi sekaligus menjawab keresahan publik atas video yang telah beredar luas.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pengawalan di jalur Sitinjau Lauik memiliki prosedur khusus mengingat kondisi jalan yang ekstrem dan rawan kecelakaan.

Namun dalam peristiwa tersebut, koordinasi antar petugas dinilai tidak berjalan optimal sehingga menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya tidak mentolerir setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan anggota di lapangan.

Oleh karena itu, proses pemeriksaan internal tetap berjalan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP).

“Kami tetap melakukan evaluasi menyeluruh. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Baca Juga : Cegah Ugal-ugalan Dijalan, Sat Lantas Polres Sidrap Berikan Pengawalan Jenazah Ke Pemakaman

Sementara itu, Kasi Propam menyampaikan bahwa proses pendalaman masih berlangsung dengan melibatkan fungsi pengawasan internal, termasuk Paminal Polda Sumbar, guna menjamin objektivitas hasil pemeriksaan.

Kasat Lantas Polres Solok Kota menambahkan, pihaknya akan memperbaiki sistem koordinasi dan komunikasi antar anggota, khususnya dalam pelaksanaan pengawalan di jalur rawan seperti Sitinjau Lauik.

Sebelumnya, rombongan politisi PDI Perjuangan yang kini menjabat sebagai Dewan Komisaris Pupuk Sriwijaya (Pusri) Arteria Dahlan “dirujak” nitizen usai aksinya berhenti hanya untuk berfoto di tikungan tajam Sitinjau Lauik, Sumatera Barat.

Arteria Dahlan dan rombomgan itu tiba-tiba berhenti hanya untuk berswafoto saat melintas di lokasi tersebut. Sementara, kendaraan yang melintas dari atas mupun bawah rela untuk berhenti. (*)

Komentar