KORANMAKASSAR.COM — Melihat carut marutnya perkembangan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dibeberapa tingkat sekolah di Makassar, membuat Ketua Forum Orangtua Murid, Herman Hafid Nassa merasa geram. Pasalnya menurut pengamatannya kesemrautan sistem penerimaan ini karena adanya dugaan kongkalikong didalamnya.
“Kami berapakali diundang untuk membahas persoalan ini. Tapi nyatanya tidak ada tanggapan saat mengajukan keluhan-keluhan orangtua murid.” Ujar Herman Hafid, rabu (22/7/20)

Menurutnya, sistim penarikan jarak atau sonasi yang dilakukan dengan Telkom kuat dugaan ada unsur bisnis didalamnya. Kedua, tidak adanya transparansi sekolah mengenai jumlah siswa yang bakal diterima, baik yang daftar ulang maupun yang tidak mendaftar ulang.
Ketiga, sekolah yang ingin menurunkan tipe sekolah dari A ke B harus berdasarkan keputusan tim kementrian akreditasi. Jadi tidak bisa serta merta mengurangi penerimaan siswa mengingat banyaknya animo masyarakat yang ingin masuk di sekolah negeri.
baca juga : Komisi D DPRD Makassar Sidak Pelaksanaan PPDB Jalur Zonasi
Untuk itu diduga kuat dengan adanya kondisi ini, ada semacam rencana pengalihan siswa ke sekolah swasta bagi yang tidak lulus ke sekolah negeri.
“Jadi kalau yang di Diknas tidak bisa terima tanggapan maka yang menjadi penanggungjawab akhir disini adalah pak Gubernur. Olehnya itu kami akan tetap melakukan aksi di rumah jabatan Gubernur Sulsel, besok. (Kamis 23-07-2020). Karena kami merasa telah dipermainkan oleh pihak Diknas kota Makassar.” Tegasnya. (*)

