Bahkan KONI Sulsel membentuk 3 kepanitiaan (tim satgas) yang di bentuk berdasarkan hasil Rakerprov 2023. Mujib mengemukakan bahwa ketiga kepanitiaan sudah di SK kan sejak awal Januari 2024 untuk menghadapi persiapan PON XXI September lalu.
Pertama adalah Tim Pengendali Teknis Pembinaan dan Verifikasi Atlet PON dipimpin oleh Waketum I Herman Hading, kedua adalah Tim Monitoring dan Verifikasi kebutuhan peralatan tanding dipimpin oleh Waketum III Prof Wasir Thalib, dan ketiga adalah Tim Real Cost kebutuhan anggaran PON dipimpin oleh Waketum II Chalik Suang.
“Jikalau dianggap tidak profesional maka itu keliru”, ungkap Herman Hading karena tim yang kami pimpin memilah 2 kategori; Cabor Prioritas (Andalan dan Unggulan) dan Cabor Potensial (Harapan). Ketiganya sudah kami pilah berdasarkan perolehan medali Pra PON tahun 2023.

“Cabang Olahraga Prioritas adalah cabang olahraga yang kami kategorikan sempurna karena memperolah medali Emas, Perak dan perunggu yang dibagi menjadi 2 bagian yaitu; Andalan sebanyak 18 Cabang olahraga dan Unggulan sebanyak 5 Cabang olahraga dan Cabang Olahraga Potensial adalah cabang olahraga yang kami kategorikan harapan sebanyak 19 Cabang olahraga”, sambung Herman Hading.
“Kesemua itu telah kami proses melalui tahapan verifikasi, validasi, dan aktivasi melalui tes fisik, tes kesehatan, monev, training campus, pembinaan desentralisasi serta sentralisasi dan lain-lain, dokumennya lengkap sampai ratusan halaman. Itulah yang menjadi acuan kami untuk tindak lanjut teknis atas kebutuhan pelatihan, maintenance kesehatan, gizi dan keperluan lainnya”, jelas Herman.
Sementara Bendahara Umum KONI Sulsel, Andi Suyuti mengungkapkan bahwa kekurangan anggaran memang menjadi kendala utama dalam membina 408 atlet dimana tidak semua kebutuhan atlet dapat dipenuhi.
“PON XIX Jawa Barat, anggaran sebanyak 68 Miliar untuk 321 Atlet. PON XX Papua, Anggaran 32 Miliar untuk 262 Atlet, sementara PON XXI dengan jumlah 408 atlet hanya disiapkan 17,5 Miliar”, jelas Andi Suyuti.
baca juga : Perolehan Sulsel di PON XXI Aceh-Sumut Naik 24 Medali dari PON XX Papua
Adapun tambahan 14 Miliar yang di sampaikan oleh PJ Gubernur Prof Zudan yang diminta untuk di klarfikasi oleh demonstran yang aksi di kantor KONI memang benar adanya, tapi pengelolaannya sepenuhnya di kelola oleh Dispora Sulsel untuk kepentingan PON XXI juga.
Sekum KONI Sulsel, Mujiburrahman, menantikan perwakilan aksi untuk datang ke kantor KONI Sulsel pada hari senin pada jam kerja untuk diberikan klarifikasi resmi atas permintaan mereka.
“InshaAllah setelah kami bertemu dengan perwakilan aksi, mereka bisa sedikit lebih memahami fakta keolahragaan Sulawesi Selatan”, tutup Mujib. (*)

