Masyarakat meyakini bahwa menteri yang berlatar belakang ekonomi mumpuni pasti tidak akan bermain-main dengan uang negara, bisa dipastikan semata-mata hanya untuk pengabdian bukan untuk memperkaya diri sendiri.
Tahun 2018, penulis mengenal AAS lewat seorang sahabat pengusaha muda asal Bone yang akrab dipanggil ketua YM (H. Yasir Machmud). Ketua YM adalah sahabat dan mitra diskusi “puang amran”, panggilan arung untuk keturunan raja dan bangsawan bugis. Puang amran adalah keturunan La Tenri Tappu Raja Bone ke-23.
Saya mengenal beliau secara nyata dalam cerita panjang pak ketua dan mengajak saya ikut agenda beliau, memang benar pak mentan adalah sosok yang piawai dalam mengembangkan konsep pertanian. Masih teringat dengan pesan beliau di hadapan para petani; “kalau mau sukses, jangan lihat matahari dirumah”, sebuah pernyataan yang sangat filosofi dan kita kenal sebagai konsep jati diri lelaki Bugis-Makassar.
Dia menegaskan, bahwa; tanah air kita adalah tanah yang dirahmati dengan hasil bumi yang melimpah, cara tradisional mesti di padu dengan teknologi modern dan hasilnya dikelola dengan jujur untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Cerita di balik beberapa kesempatan bukanlah isapan jempol semata, di tahun 2016, 2017, dan 2018 kementerian pertanian mendapatkan penilaian terbaik dari BPK dengan prestasi WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), di mana tahun sebelumnya kementerian pertanian hanya mencapai WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Tahun 2018, Pertanian Indonesia mendapat perhatian dunia, PBB menjadikan Indonesia sebagai percontohan dalam menanggulangi kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan desa. Sumber data BPS mengemukakan bahwa kementerian pertanian mampu menurunkan tingkat inflasi dari 11,71% tahun 2013 menjadi 1,26% ditahun 2017, pertama kali dalam sejarah keberhasilan itu dilandasi dengan kerja cerdas sosok Andi Amran Sulaiman.
Titik sentrum dalam masa kepemimpinan beliau adalah; tahun 2014–2019 anggaran pertanian mengalami penurunan (hemat) sekitar 33,65%, justru berbanding terbalik dengan fenomena daya dongkrak peningkatan PDB pertanian menjadi 3,5 %, sehingga pertanian Indonesia berada pada peringkat ke 5 dari 224 negara didunia.
Tahun 2017 dan 2018 beliau juga mendapatkan penghargaan sebagai menteri anti gratifikasi dari KPK-RI. Prestasi dan pujian beliau dapatkan baik nasional sampai tingkat internasional. Bagaikan “mutiara dari timur” beliau pejabat yang membanggakan, pantas menjadi tokoh role model “revolusi mental” yang sejak tahun 2014 di perkenalkan oleh presiden Jokowi. Revolusi mental adalah gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala.
Beliaulah sejatinya tokoh revolusi mental karena mampu menekan angka kebocoran anggaran pertanian. Bekerja sama dengan POLRI meringkus 784 kasus dan 411 tersangka mafia pertanian. Komitmen hukum dan tanggung jawab beliau dalam memimpin pertanian dirasakan manfaatnya bagi bangsa dan negara. Dalam beberapa kesempatan beliau menegaskan bahwa “prestasi ini kami dapatkan karena kami tidak pandang bulu, kami tegas karena perintah pak presiden untuk membersihkan praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme di kementerian”.
Tahun 2019, pada acara malam penghargaan Indonesia Awards live di media TV nasional, beliau di daulat sebagai menteri pertanian yang berhasil mengekspor komoditi unggulan hasil bumi terbanyak selama lima tahun terakhir, beliau adalah tokoh inspiratif penegak revolusi mental di masa pemerintahan Jokowi-JK. Pak Mentan dikenal sebagai sosok penyayang petani dan kaum dhu’afa, jabatannya sebagai mentan lebih banyak digunakan untuk kunjungan lapangan menyusuri sawah, perkebunan dan peternakan di Indonesia untuk menawarkan solusi.
Tanpa ragu, sebagian masyarakat berekspektasi bahwa di periode kedua Jokowi beliau akan tetap menjadi Menteri Pertanian. Gayung bersambut, beliau kembali membuktikan diri sebagai tokoh simpatik yang berpengaruh dalam kemenangan Jokowi-Ma’ruf pada suksesi Pilpres 2019. Di akhir periode kementerian, beliau mulai fokus untuk merecovery beberapa unit usaha yang menurutnya kurang mendapatkan perhatian darinya setelah menjadi menteri, bahkan dicatat diberita online bahwa lima tahun beliau menjabat, kekayaannya menyusut 50 Miliar.

