Andi Amran Sulaiman : Role Model Revolusi Mental

Ekspektasi orang banyak tidak selalu berjalan sesuai kenyataan, Selasa 22 Oktober 2019, live di media TV Nasional datang para calon menteri ke istana presiden, satu wajah yang dirindukan ternyata tidak hadir di sana. Ketidakhadiran AAS -panggilan simbolik Andi Amran Sulaiman- menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat. Muncul spekulasi, bahwa AAS diasumsikan tidak maksimal memenangkan Jokowi-Maruf, disisi lain terdengar kabar; beliau sedang fokus pada unit usahanya di beberapa sektor, sampai menambah pembangunan smelter empat titik di Indonesia.

Selain itu, JHONLIN Grup bekerja sama dengan TIRAN Grup berhasil mendirikan pabrik gula terbesar di asia tenggara dengan investasi 5 Triliun, yang terintegrasi dengan perkebunan tebu seluas ± 63.000 Ha dengan estimasi produksi 800 Ton perhari. Konon kabarnya banyak yang tidak percaya bahwa benih tebu bisa tumbuh subur di atas tanah tandus bombana yang dikenal panas dan dipenuhi tambang emas serta mineral logam. Tapi ternyata skill beliau mengelola tanah bukanlah cerita baru, akhirnya terkuak AAS pulang kampung membangun rencana besarnya!.

Tepat setahun berlalu, kamis 22 Oktober 2020 Kehadiran presiden Jokowi pada saat peresmian pabrik gula bombana, justru memperlihatkan keharmonisan yang mampu meretas tanda tanya sebagian orang terhadap hubungan keduanya. Bahkan dalam kesempatan tersebut, Jokowi menegaskan bahwa kehadiran produksi Gula Kristal Putih (GKP) Merk GulaTa Bombana akan menjadi sumber devisa besar bagi negara. Jokowi menganggap AAS adalah contoh nyata bagi pelaku percepatan gerak investasi di Indonesia.

ketgam : Kedekatan Andi Amran Sulaiman dengan rakyat

Tidak sedikit bapak presiden menyanjung dan meminta pak AAS untuk berdiskusi memikirkan revolusi gerak pacu investasi di Indonesia. Tujuan utamanya adalah memangkas rantai birokrasi dan mengurangi biaya yang tidak wajar dalam perizinan. Indonesia mengenal AAS sebagai tokoh yang bertangan dingin dalam melakoni tugas negara dan bisnis. Keberhasilan beliau memangkas pemborosan anggaran pertanian, dan manajerial kepemimpinannya mendapat penghargaan “penilaian pengelolaan kepegawaian terbaik tingkat kementerian besar” oleh Badan Kepegawaian Negara tahun 2019.

Di tahun 2021, penulis dalam beberapa kali pertemuan mendapat kesempatan untuk berdiskusi dan mendengarkan cita-cita besar beliau untuk Indonesia mandiri yang di dasari dengan revolusi mental. Menurut hemat AAS, Indonesia harus dikelola dengan fokus pada percepatan investasi dan perilaku birokrasi yang jujur dan adil. Negara ini akan mengalami kemunduran jikalau tidak dilakukan revolusi mental terlebih dahulu.

Menurutnya, filosofi Revolusi mental adalah mendudukkan perilaku kemanusiaan di atas penghambaan kepada sang pencipta melalui pekerjaan yang kita lakoni. Sifat ketuhanan harus terpatri dalam perilaku kehidupan sehari-hari, karena sifat pencipta dalam perilaku hidup adalah berani jujur, bertanggung jawab, amanah, penuh kasih sayang, dan peduli. Sikap tersebut harus dimiliki manusia sehingga semua gerak kehidupan ini mampu menembus batas kearifan lokal atau local wisdom sebagai sikap moral.

Di tengah kesibukannya memimpin TIRAN Grup, AAS sering mengisi materi diskusi di ruang publik, beliau diundang menjadi keynote speaker dan orasi ilmiah di berbagai kegiatan organisasi dan pemerintahan. Saat berbagi pengalaman, beliau menegaskan bahwa setiap usaha harus dimulai dari niat baik, fokus dan sungguh-sungguh bekerja keras untuk mencapai hasil dan segera bersedekah untuk menembus rahasia takdir dan membuka tabir rezeki. Dibalik itu, ada rumus bisnis yang bisa kita dapatkan.

Cerita ini memberikan bukti; hasil awal dari bisnis racun tikus semuanya di sedekahkan, dan ajaibnya bertumbuh berkali lipat, permintaan datang hampir dari seluruh pelosok negeri. Setelah itu, mulai merambah dunia smelter dan kantor yang dulunya hanya 2×3 meter, dalam waktu ± 10 tahun berdiri gedung kokoh (AAS Building) berlantai 11 di jalan urip sumoharjo, membawahi 12 kantor cabang dengan 14 unit usaha. Semua itu karena konsep sedekah, kita akan segera mendapatkan keajaiban rezeki dan bonus hidup.

baca juga : Duet Gus Ami atau Muhaimin Iskandar-Andi Amran Sulaiman di Pilres 2024 Dijagokan PKB Sulsel

Di akhir tulisan, penulis ingin merefleksi makna kekuatan moral dan konsep revolusi mental yang beliau implementasikan, baik saat memimpin kementerian maupun Tiran Grup. Internalisasi dari konsep tersebut adalah menjadikan jabatan dan harta sebagai kesempatan untuk berbuat baik kepada orang banyak. Harus berani untuk berbuat benar dalam pekerjaan sekalipun dipandang sebelah mata, karena jika orang-orang ingin menjatuhkanmu, di saat itu kamu berada di atas mereka.

Tak heran, jika saat ini beliau banyak di jagokan sebagai tokoh representatif Indonesia Timur untuk maju dalam pertarungan capres dan cawapres 2024, bahkan para petinggi parpol sering menyebut AAS sebagai calon kuat yang akan diusung oleh partai tertentu.

Kumpulan berita online dan akun sosmed yang saat ini ramai membawa namanya, adalah wujud dari kecintaan masyarakat dan penggiat politik terhadap ketokohannya. Jejak rekam digital beliau dengan mudah kita dapatkan di Google, banyak cerita baik dan panutan yang bisa kita dapatkan.

Wallahu a’lam Bissawab.
Billahi’taufiq Wal Hidayat

Referensi;
Wikipedia, Berita online, Akun sosmed AAS, dan
kutipan langsung pernyataan dan diskusi dengan sumber.

Penulis : Mujiburrahman.B, S.Sos.I, M.Si – Anggota DPRD Kota Makassar, 2009-2014