GOWA, KORANMAKASSAR.COM – Menyikapi peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi curah hujan tinggi pada Dasarian II Januari 2026 (11–20 Januari), Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Gowa untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi.
Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, sejumlah wilayah di Kabupaten Gowa masuk dalam kategori awas, khususnya Kecamatan Parangloe, Pattallassang, Somba Opu, dan Tinggimoncong. Wilayah-wilayah tersebut diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Bupati Talenrang menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem berisiko menimbulkan banjir serta tanah longsor, terutama di wilayah dataran rendah dan daerah pegunungan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi.
Baca Juga : Bupati Gowa Turun Tangan Atasi Genangan di Somba Opu, Tekankan Kolaborasi Cegah Banjir
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor. Pantau terus informasi cuaca dari BMKG dan segera melaporkan kepada pemerintah setempat apabila terjadi kondisi darurat,” ujar Bupati Gowa, Sabtu (10/1).
Selain kepada masyarakat, Bupati Gowa juga menginstruksikan BPBD, camat, lurah, hingga kepala desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan, melakukan pemantauan wilayah secara intensif, serta menyiapkan langkah antisipasi dan penanganan cepat apabila terjadi bencana.
Ia juga mengingatkan warga agar menghindari aktivitas di daerah rawan longsor dan bantaran sungai saat hujan lebat, serta aktif membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing.
“Pembersihan drainase menjadi agenda rutin pemerintah. Namun ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi meminimalisir potensi banjir di tengah tingginya curah hujan,” pungkasnya. (NH)

