Dari data tersebut menunjukkan bahwa dalam dua tahun terakhir, penanganan stunting di kabupaten luwu sudah berjalan ke arah yang lebih baik. situasi pandemi covid-19 dengan kebijakan stay home, juga membawa pengaruh positif dengan pembatasan aktifitas di luar rumah tangga sehingga keluarga lebih konsen mengurus rumah tangganya.
Dr. Andy, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia mewakili Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Luwu atas terlaksananya Aksi 3 Rembuk Stunting
baca juga : Bupati Luwu Serahkan LKPJ TA. 2020 Ke DPRD
“Mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, saya memberikan apresiasi dan menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Luwu atas pelaksanaan kegiatan ini, apalagi langsung dihadiri oleh Bupati dan mendapat dukungan dari Ketua DPRD Luwu. Dari 17 Kabupaten yang menjadi Lokus penanganan stunting, Kabupaten Luwu merupakan salah satu daerah tercepat yang melaksanakan aksi ketiga rembuk stunting”, tutur Dr Andi
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kab Luwu, dr Hj Rosnawary Basir menjelaskan, Pelaksanaan Rembuk stunting dimaksudkan untuk membahas tindak lanjut pemerintah Kabupaten Luwu, pembahasan terhadap hasil pelaksanaan Rencana Aksi daerah percepatan pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi berdasarkan hasil Aksi 1, yaitu Analisis Situasi dan Aksi 2, Penyusunan Rencana Program.
“Pembahasan pada Aksi 3 Rembuk Stunting ini akan melahirkan keputusan Bersama yang akan dituangkan dalam berita acara kegiatan serta deklarasi komitmen Bersama tentang pentingnya peran lintas sector antar pemangku kepentingan dalam membangun pola piker untuk melakukan koordinasi, sinkronisasi, sinergitas dan pengintegrasian rencana kegiatan percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Luwu”, jelas dr Rosnawary. (*)

