Bupati juga mengingatkan kepada para muzakki, khususnya ASN, bahwa zakat yang keluar dari gaji pokok InsyaAllah akan menjadikan rezeki semakin berkah.
“Kepada ASN, InsyaAllah zakat yang terkumpul di Baznas akan menjadi pahala. Zakat yang 2,5 persen tersebut ketika tidak di ambil dari gaji ASN, tidak juga langsung membuat kaya, dan ketika di ambil juga tidak langsung membuat miskin, pesan saya semoga para muzakki tetap ikhlas memberi zakat,” harap Bupati Enrekang.
Setelah Bupati Enrekang, dilanjutkan oleh Direktur utama Baznas RI, H. Mohamad Arifin Purwakananta yang memberikan testimoni bahwa zakat harus di pahami oleh semua orang.
baca juga : Pelajar Enrekang Ini Lulus Di Al-Bukhari Internasional Malaysia Melalui Program Beasiswa BAZNAS Cendekia
“Gerakan cinta zakat, adalah gerakan mendorong berkembang nya zakat agar masyarakat lebih memahami zakat. Bukan hanya pemahaman sejarah zakat tapi pemahaman manajemen zakat yang harus di ketahui, agar pengelolaan zakat di pahami semua orang,” ujar Dirut Baznas RI.
Dia menyampaikan jika pemahaman zakat, hukum zakat, manajemen zakat dan pengelolaan zakat adalah tugas para aktivis baznas khususnya dan ummat islam pada umumnya dimanapun berada.
Webinar tersebut juga menghadirkan narasumber tingkat nasional, seperti Direktur utama Baznas RI, H. Mohamad Arifin Purwakananta, Komisioner BWI Pusat, Dr. Irfan Syauqi Beik, Dosen University Malaysia Trengganu, Dr. Bayu Taufiq Possumah, dan Pimpinan Baznas Enrekang, Dr. Ilham Kadir serta diriku oleh ratusan pastisipan webinar. (ZF)

