Bupati Enrekang Sambut Hangat Kunjungan Peneliti Belanda dalam Kolaborasi Inovasi Pertanian Digital

ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM — Bupati Enrekang, Yusuf Ritangnga, menerima kunjungan kehormatan dari dua peneliti terkemuka Belanda, Prof. Loes Witteveen dari Van Hall Larenstein University of Applied Science dan Dr. Rico Lie dari Wageningen University and Research.

Kedua ilmuwan ini datang dengan didampingi perwakilan Universitas Hasanuddin (UNHAS) sebagai bagian dari kolaborasi pengembangan inovasi pertanian digital di Kabupaten Enrekang, Senin (28/7/25).

Prof. Loes Witteveen yang telah datang empat kali ke Enrekang, mengapresiasi semangat kolaborasi lintas sektor di wilayah ini yang berhasil menciptakan platform Digital Farmer Field School (DFFS). Platform digital tersebut menghubungkan petani, penyuluh, dan pemerintah untuk berbagi informasi secara efektif.

Inisiatif inovatif ini bahkan mendapat pengakuan global dan menjadi rujukan internasional melalui publikasi resmi Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Pada kesempatan itu, turut hadir Prof. Darmawan Salman dari UNHAS dan Lia Lairing, penggagas awal DFFS yang kini aktif mempromosikan platform ini di berbagai forum internasional, memperkuat komitmen bersama untuk mengembangkan inovasi pertanian berbasis teknologi.

“Selamat datang kembali di Enrekang, selamat pulang kampung. Terima kasih telah menyempatkan waktu dan terus bersedia bekerja sama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat kami,” ucap Bupati Enrekang.

Sebagai petani, Bupati Yusuf mengungkapkan pemahamannya terhadap tantangan besar yang dihadapi para petani lokal dan berharap DFFS dapat membantu meningkatkan keberhasilan panen, khususnya komoditas dengan modal besar seperti bawang merah.

baca juga : Bupati Enrekang Resmi Buka TMMD Ke-125 di Desa Pekalobean, Perkuat Infrastruktur dan Ketahanan Sosial

Sementara itu, Sekretaris Daerah Enrekang, Dr. Zulkarnaen, menegaskan bahwa pertanian adalah identitas masyarakat Enrekang yang perlu didukung dengan pendekatan modern dan berkelanjutan. Uji coba platform DFFS di Kecamatan Baroko menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan.

Kedepan, DFFS akan disinergikan dengan Klinik Tani, inisiatif baru dari Dinas Pertanian setempat yang bertujuan memperluas jangkauan penyuluhan dan respons cepat terhadap kebutuhan petani melalui teknologi digital.

Kunjungan ini menjadi langkah penting memperkuat kolaborasi antara pihak lokal dan global guna mendukung transformasi digital sektor pertanian secara inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Enrekang. (*)