Cegah Covid-19, PMKRI dan Pemuda Katolik Korcab Makassar Gelar Vaksinasi Massal

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Untuk memutus mata rantai penularan COVID-19, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Makassar dan Pemuda Katolik Komisariat Kota Makassar yang bekerja sama dengan pemerintah kota Makassar serta Kapolrestabes Makassar melaksanakan Vaksinasi, Rabu, (30/06/2021)di Aula Margasiswa PMKRI, Jl. Dr. Soetomo No. 08, kota Makassar.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Makassar, Herianto Ebong menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu wujud kontribusi yang kami lakukan dalam mencintai bangsa ini serta dalam rangka membantu pemerintah Indonesia untuk semakin meningkatkan efektivitas dan mempercepat program vaksinasi nasional dalam mengupayakan pemulihan kesehatan.

Selain itu, Heri menyebut pihaknya akan berupaya untuk memberikan dukungan agar pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tahap kedua lebih efisien, aman, dan nyaman bagi penerima Vaksin.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memanfaatkan peluang-peluang yang bisa kami kolaborasikan bersama semua elemen dalam rangka menekan penyebaran Covid-19”, tambah Heri.

Kegiatan ini terlaksana atas bantuan dari Pemerintah kota Makassar, Polrestabes Makassar, DPRD kota Makassar, Edward Wijaya Horas, anggota DPRD Sulsel, Wiliam Laurin anggota DPRD kota Makassar .

baca juga : Presiden : Vaksinasi Covid-19 bagi Anak 12-17 Tahun Segera Dimulai

“Untuk itu kami sangat berterimakasih semoga koloborasi ini selalu diutamakan kedepan demi kemajuan kota Makassar”, pungkas Heri.

Ditempat yang sama Ketua Pemuda Katolik Komisariat Kota Makassar, Gaudensius Moan Gadu menambahkan bahwa kegiatan vaksinasi yang di laksanakan oleh Pemuda Katolik dan PMKRI adalah suatu tindakan nyata untuk mengambil peran dalam pemulihan kesehatan.

“Hal ini adalah upaya dalam membantu program kerja pemerintah kota Makassar yang dinakhodai Mohammad Ramhdan Pomanto dan Fatmawati Rusdi yaitu Makassar Recover serta program dari pada Kapolrestabes Makassar dalam melaksanakan vaksin massal”, tutup Gaudensius. (*)