Efek lagu kepada kampanye yang efektif terjadi untuk tiga hal. Pertama, lagu itu memperkuat ikatan batin antara calon presiden dengan pemilihnya.
Memang kekuatan lagu itu pada kemampuannya menggugah dan menyentuh emosi.
Kedua, lagu itu lebih mudah diingat. Jika lagu tersebut semakin sering dinyanyikan untuk calon presiden tertentu, capres itu pun terasosiasi dengan lagu tersebut.
Ketika publik mendengar lagu itu, mereka pun teringat capres itu. Di memori kita, asosiasi lagu dan capres terbenam cukup dalam.
baca juga : Denny JA: Jika Hanya 2 Pasang Saja, Prabowo-Ganjar Versus Anies-Muhaimin
Ketiga, pesan utama untuk capres itu bisa diselipkan dalam lagu. Saat itu Obama ingin pesan utamanya sampai ke publik: Yes, We Can. Ya, Kita Bisa!
Pesan itu diinspirasi oleh lagu populer sebelumnya. Lagu “Yess, We Can,” adalah jenis musik funk yang ditulis oleh Allen Toussaint, dan pertama kali dirilis oleh Lee Dorsey pada tahun 1970.
Lagu ini dipopulerkan ketika direkam oleh girl grup R&B Amerika Pointer Sisters.
Menuju Pilpres 2024, kita akan mendengar makin banyak lagu-lagu yang syahdu untuk masing-masing calon presiden.*

