Diduga Tarik Paksa Kendaraan Konsumen, Aliansi Keramat Geruduk Kantor MUF Makassar

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Aliansi Keramat (Kesatuan Rakyat Menggugat) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PT Mandiri Utama Finance (MUF) Cabang Makassar, Jalan A.P. Pettarani, Kompleks Business Centre Ruko Diamond, Kecamatan Panakkukang, Selasa (13/1/26).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap dugaan praktik penarikan dan penguasaan kendaraan secara paksa yang dinilai melanggar hukum, mencederai hak konsumen, serta bertentangan dengan prinsip negara hukum.

Unjuk rasa dipimpin langsung oleh Jenderal Lapangan Aliansi Keramat, Fahrul. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa PT Mandiri Utama Finance diduga melakukan penarikan kendaraan bermotor secara sepihak melalui pihak ketiga dengan cara intimidatif dan represif.

Baca Juga : Pimpinan Leasing, Asuransi dan Dealer se Kota Makassar Gelar Buka Puasa Bersama

“Isu yang kami bawa adalah adanya dugaan penarikan paksa terhadap kendaraan milik konsumen PT Mandiri Utama Finance. Aksi dilakukan di dua titik, yakni di gudang penyimpanan kendaraan yang kemudian dipindahkan ke PT JBA, serta di kantor PT MUF untuk meminta penjelasan langsung,” ujar Fahrul.

Menurutnya, kehadiran massa di kantor MUF bertujuan mendesak pihak perusahaan memberikan klarifikasi dan bertanggung jawab atas penarikan kendaraan oleh kolektor pihak ketiga.

“Kami meminta pihak kreditur menjelaskan persoalan konsumen yang mengalami penarikan paksa. Pihak MUF menyampaikan akan menyelesaikan persoalan ini secepatnya agar tidak terulang pada konsumen lain,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan PT Mandiri Utama Finance Cabang Makassar, Andry, menyatakan pihaknya menerima aspirasi massa aksi secara terbuka dan menghormati proses penyampaian pendapat di muka umum.

“Kami menerima aksi ini dengan terbuka dan menghargai tuntutan yang disampaikan. Namun seluruh tuntutan tersebut akan kami pelajari dan diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme hukum yang berlaku,” kata Andry.

Baca Juga : Motor Ditarik Paksa, IWO Sulsel Minta OJK Tinjau Ulang Izin Usaha Mandala Finance

Ia menjelaskan, kendaraan yang menjadi objek sengketa saat ini masih berada dalam penguasaan PT Mandiri Utama Finance dan ditempatkan di lokasi penyimpanan aset.

“Unit kendaraan tersebut masih berada di JBA sebagai tempat penyimpanan aset kami. Hingga saat ini belum ada titik temu karena masih menunggu proses hukum,” jelasnya.

Setelah dilakukan mediasi singkat antara perwakilan massa aksi dan pihak perusahaan, unjuk rasa berakhir dengan tertib. Aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan hingga situasi di lokasi kembali kondusif. (*)