JAKARTA, KORANMAKASSAR.COM — PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan efisiensi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Plt. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan bahwa percepatan proyek JTTS membutuhkan dukungan lintas pemangku kepentingan agar manfaatnya segera dirasakan luas oleh masyarakat.
“Pembangunan JTTS tidak hanya untuk konektivitas, tetapi juga mendukung mobilitas, distribusi logistik, hingga penanganan kondisi darurat seperti pemulihan pascabencana,” ujarnya, Sabtu (11/4/26).
Baca Juga : Tol Palembang–Betung Dikebut, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026 untuk Dukung Arus Mudik 2027
Salah satu proyek strategis yang terus dikebut adalah ruas Tol Sigli–Banda Aceh sepanjang 74,2 km. Hingga kini, progres pembebasan lahan telah mencapai 94,79 persen dan konstruksi 97,91 persen.
Dari enam seksi yang ada, sebagian besar telah beroperasi, sementara Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum sepanjang 25 km ditargetkan rampung pada kuartal II 2026.
Selain pembangunan infrastruktur, Hutama Karya juga berkontribusi dalam pemulihan pascabencana di Aceh, termasuk melalui pengoperasian fungsional ruas tol untuk mendukung distribusi logistik serta pembangunan hunian sementara (huntara) di sejumlah wilayah terdampak.
Upaya tersebut mendapat dukungan dari DPR RI, khususnya Komisi V yang melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung progres pembangunan serta pemanfaatan ruas tol dalam penanganan bencana.
Di sisi lain, dukungan juga datang dari Komisi VI DPR RI dalam pengembangan koridor tol di wilayah tengah Sumatra, khususnya ruas Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,70 km. Saat ini, sebagian ruas telah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap konstruksi.
Hutama Karya juga tengah menyiapkan rencana pembangunan ruas lanjutan Jambi–Rengat sepanjang 198,13 km guna memperkuat konektivitas antarprovinsi serta mendukung distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah, DPR, dan berbagai pemangku kepentingan, percepatan pembangunan JTTS diharapkan dapat berjalan optimal.
Infrastruktur ini tidak hanya berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi penopang penting dalam situasi darurat.
“Dukungan pemerintah dan DPR menjadi energi penting bagi keberlanjutan JTTS. Kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang andal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Hamdani. (*)


Komentar