ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM — Setelah empat hari pencarian intensif, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Sinanti (80), seorang lansia yang dilaporkan hilang sejak Sabtu sore (1 November 2025). Korban diduga terjatuh dan terseret arus Sungai Mata Allo di Desa Kolai, Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang.
Tim pencari yang terdiri dari BPBD Kabupaten Enrekang, Baznas Tanggap, serta berbagai unsur relawan dan masyarakat setempat, menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (6 November 2025) pukul 15.00 Wita, di aliran Sungai Mata Allo, Dusun Leon, Desa Rossoan, Kecamatan Enrekang.
Proses evakuasi berjalan penuh tantangan karena medan pencarian yang berat, meliputi hutan lebat dan lereng curam. Meski demikian, berkat kerja sama dan semangat tinggi tim di lapangan, evakuasi yang memakan waktu sekitar dua jam berhasil dilakukan dengan lancar.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar korban dapat segera ditemukan dan diserahkan ke pihak keluarga. Ini hasil kerja keras bersama seluruh tim dan relawan,” ujar salah satu anggota BPBD Enrekang.
Baca Juga : Terdampak Banjir, Tim SAR Batalyon B Pelopor Brimob Sulsel Gerak Cepat Evakuasi Warga yang Sakit
Keberhasilan operasi ini menjadi bukti soliditas dan dedikasi Tim SAR gabungan, yang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat dan bencana.
Keluarga korban serta warga sekitar turut menyampaikan rasa terima kasih atas upaya maksimal yang dilakukan seluruh tim dalam menemukan dan mengevakuasi almarhumah.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar sungai, terutama bagi warga lanjut usia. (ZF)

