Festival Kue Bulan di Rumah Abu Marga Thoeng, Ajang Lestarikan Budaya dan Apresiasi Generasi Muda

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Rumah Abu Marga Thoeng, Jalan Sulawesi, Makassar, saat Yayasan Thoeng Abadi menggelar Festival Kue Bulan (Mid Autumn Festival), Senin (6/10).

Acara budaya leluhur ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan bagi siswa Marga Thoeng yang berprestasi, sebagai bentuk apresiasi terhadap generasi penerus yang membawa semangat luhur para pendahulu.

Bangunan Rumah Abu Marga Thoeng, yang telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Kota Makassar sejak tahun 2022, menjadi saksi hidup pelestarian nilai-nilai tradisi Tionghoa di tengah masyarakat multikultural.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Syahruddin Sahabuddin, S.Sos., M.Adm.Pemb., beserta staf dari Bidang Cagar Budaya.

“Atas nama Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware, S.STP., M.M., kami memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Thoeng Abadi. Rumah Abu ini bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga simbol keberagaman yang hidup dan memberi warna bagi Kota Makassar,” ujarnya.

Sementara itu, Ir. Harry Kumala, Ketua Yayasan Thoeng Abadi, menjelaskan bahwa tradisi Festival Kue Bulan telah diwariskan sejak masa Dinasti Qing dan mulai menyebar luas di kalangan masyarakat pada masa Dinasti Tang.

“Perayaan ini merupakan ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus simbol kebersamaan. Kami ingin generasi muda tidak hanya mengenal sejarahnya, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya leluhur,” tutur Harry.

baca juga : Usulan Makam Pangeran Diponegoro di Makassar Diterima di Sidang Nasional

Makna Festival Kue Bulan juga tak lepas dari legenda Dewi Cang Ngeng (Chang’e) yang dipercaya bersemayam di bulan. Kisahnya melambangkan cinta, kesetiaan, dan harapan yang menerangi kehidupan manusia di bumi.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kebudayaan Kota Makassar berharap tradisi seperti Festival Kue Bulan dapat terus hidup dan menginspirasi masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan, sejalan dengan visi Kota Makassar yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan. (*)