JAKARTA, KORANMAKASSAR.COM — Di hari ke 5 pemutaran film de Toeng (Misteri Ayunan Nenek), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P hadir dan berbaur bersama penonton lainnya di Senayan City XXI Jakarta, senin (15/2/21).
Turut menemani nobar tersebut diantaranya talent, crew dan sutradara film de Toeng Bayu Pamungkas. Menurut Menteri PMK film de Toeng, judulnya sangat menarik dengan konten etnik grafis yang menonjolkan budaya lokal yakni suku Makassar di Kabupaten Jeneponto, provinsi Sulawesi Selatan.

“Film de Toeng ini mengikuti trend global dimana film ini juga sarat dengan pesan tradisi, akting pemainnya luar biasa, saya suka akting Amin sebagai sosok difabel yang harus dihargai. film ini sangat layak untuk kita tonton, sangat keren dan kami pemerintah sangat mendukung”, ucap Muhadjir Effendy kepada media usai menonton.
Menteri PMK ini mendorong masyarakat, para penggiat dan insan film di tanah air dikala masa pandemi ini, ayo datang ke bioskop untuk nonton film, sehingga hibernasi harus berakhir.
“Menonton di saat pandemi ini menjadi sensasi yang berbeda”, tambahnya.
Muhadjir mengapresiasi pihak bioskop yang sudah memberlakukan standar covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan.
baca juga : Mengangkat Budaya Jeneponto, Film “De Toeng” Segera Tayang di Bioskop Seluruh Indonesia
“Kepada seluruh pendukung film de Toeng, saya ucapkan selamat atas penayangannya dan teruslah berkarya, jangan pernah berhenti berproses, de Toeng luar biasa , saya suka sekali”, pungkas Muhadjir Effendy.
Sementara ditempat yang sama sang sutradara film de Toeng (Misteri Ayunan Nenek), Bayu Pamungkas, sangat bersyukur dan berterima kasih atas kedatangan Menteri PMK untuk menonton dan mengapresiasi film de Toeng
“Sungguh suatu kehormatan bagi saya pribadi dan juga tentunya para produser, talent,dan crew film de Toeng, tentu suatu kebanggaan tersendiri pak menteri PMK bisa hadir”, ucap Bayu Pamungkas. (*)

