Investor Asal Cina Dianiaya di Lokasi Rencana Tambang Emas Enrekang, Dilarikan ke UGD RS Maspul

ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM – Seorang warga negara Cina yang disebut sebagai perwakilan investor pada proyek rencana tambang emas di wilayah Leoran dan sekitarnya dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Maspul Enrekang setelah mengalami penganiayaan, Jumat (6/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat pihak investor disebut hendak mengambil sampel di lokasi rencana tambang.

Namun kedatangan mereka memicu kemarahan warga setempat yang menilai aktivitas tersebut dilakukan tanpa izin dan koordinasi yang jelas dengan masyarakat.

Misbah, perwakilan masyarakat lingkar tambang, mengatakan warga tersulut emosi karena menganggap tindakan investor memasuki lokasi sebagai bentuk provokasi.

Baca Juga : Setelah 10 Tahun Mangkrak, Lift RSUD Massenrempulu Enrekang Kembali Beroperasi

“Warga sangat emosi karena mereka masuk ke lokasi tanpa koordinasi yang jelas. Hal itu memicu ketegangan hingga akhirnya terjadi penganiayaan,” ujar Misbah saat melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Polres Enrekang pada malam hari setelah kejadian.

Dalam insiden tersebut, tidak hanya warga negara Cina yang menjadi korban. Seorang perempuan yang diketahui merupakan pengacara dari CV Hadaf Karya Mandiri juga dilaporkan mengalami luka dan saat ini tengah menjalani perawatan medis.

Kasus penganiayaan tersebut kini ditangani oleh Kepolisian Resor Enrekang setelah pihak investor melaporkan kejadian tersebut secara resmi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Enrekang, AKP Herman, mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi dan pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Baca Juga : Ribuan Warga Enrekang Turun ke Jalan Tolak Tambang Emas, DPRD Didesak Terbitkan Rekomendasi Penolakan

“Kami akan melakukan penyelidikan secara profesional untuk memastikan kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini,” ujarnya.

Peristiwa ini semakin menambah ketegangan antara masyarakat lokal dan pihak investor terkait rencana proyek tambang emas di wilayah Leoran dan sekitarnya.

Hingga kini, berbagai upaya mediasi dan dialog antara kedua belah pihak masih terus dilakukan guna mencegah konflik yang lebih luas. (fung fi)

Komentar