MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — PT Sulsel Citra Indonesia (SCI) Perseroda resmi menjalin kerja sama dengan PT Ifishdeco dalam pengelolaan tambang di Blok Lingke Utara, dan Bulu Bakang di Luwu Timur.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pendirian Perusahaan Patungan (Joint Venture) pada akhir 2024.
Dalam kesepakatan ini, PT SCI menguasai saham mayoritas sebesar 51%, sementara PT Ifishdeco memiliki 49% saham. Blok tambang Lingke Utara yang menjadi objek kerja sama memiliki luas 943 hektar dan diyakini memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, kerja sama ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Yasir Machmud, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan yang juga mantan Direktur Utama PT SCI.

Menurutnya, kebijakan ini bertentangan dengan visi awal pendirian perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian daerah dalam mengelola sumber daya alamnya sendiri.
“Kami sangat menyayangkan keputusan ini”, saat kami merintis ketiga blok tambang tersebut, tujuan utamanya adalah untuk mengangkat citra Sulawesi Selatan serta membangkitkan gairah ekonomi para pengusaha lokal yang memiliki kapasitas dan modal untuk mengelola aset daerah kita sendiri”, jelas Wakil Ketua DPRD Sulsel ini, selasa (25/2/25).
baca juga : BNI Kantor Wilayah 07 Siap Support PT SCI Perseroda Sulsel
Sejak awal, kami sudah mewanti-wanti agar kerja sama lebih mengedepankan putra-putri daerah sebagai mitra utama dalam pengelolaan tambang ini. Padahal sebelumnya kami sudah berkomitmen dengan pengusaha lokal sebelumnya, namun di rubah oleh Dirut setelah periode kami, tegas Yasir Machmud.
Menurutnya, keputusan PT SCI dalam menggandeng perusahaan dari luar tanpa mempertimbangkan prinsip kearifan lokal sangat merugikan masyarakat Sulawesi Selatan. Padahal, daerah ini memiliki sumber daya manusia dan pengusaha yang cukup mumpuni untuk menjalankan proyek strategis semacam ini.


Komentar