Kemhan Beri Piagam Bela Negara Kepada Warga NTT eks-Timor Timur

Prabowo menggarisbawahi bahwa jasa serta pengorbanan masyarakat NTT yang telah setia dan berjuang untuk membela dan mempertahankan kedaulatan NKRI tidak boleh dilupakan. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan sebuah Piagam Penghargaan Bela Negara yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pertahanan tentang Pemberian Penghargaan Patriot Bela Negara Kepada Masyarakat NTT.

Salah satu penerima piagam serta penyematan pin Bela Negara, Mayor Cpm, J. Cortereal, yang mewakili mendiang ayahnya Nzahril J. Cortereal untuk menerima piagam tersebut mengucapkan terima kasih kepada pemeritah, khususnya Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan atas apresiasi terhadap warga NTT.

“Saya menerima piagam ini mewakili almarhum bapak saya. Baliau sama dengan rekan-rekan yang ada disini salah satu tokoh pejuang eks Tim-tim. di mana penghargaan ini jadi motivasi bagi kami yang masih muda melihat bagaimana kecintaan kepada tanah air”, ujar Cortereal.

Pria yang keseharian menjabat sebagai Komandan Detasemen Polisi Militer Kupang tersebut menceritakan bahwa alamarhum ayahnya rela bekorban harta benda, nyawa, termasuk semua keluarganya demi merah putih.

“Ayah saya bilang, beliau berjuang bukan hanya karena beliau tentara tapi karena prinsip mempertahankan kedaulatan negara,” pungkasnya.

baca juga : Dua Kapal AT Produksi Dalam Negeri Dibangun 8 Bulan Lebih Cepat

Salah satu warga NTT lainnya yang menerima piagam tersebut, Augusto da Costa mengatakan dirinya berbahagia atas penghargaan pemerintah terhadap perjuangan masyarakat NTT selama ini. Ia pun mengungkapkan bahwa bela negara adalah hal yang perlu dilakukan oleh segenap masyarakat Indonesia lainnya demi kepentingan bersama.

“Makna bela negara menurut saya adalah membela kepentingan negara dan masyarakatnya, yang dijalankan dengan jiwa patriot dan jiwa juang,” katanya.

Sebelumnya, pada Desember 2020, Prabowo telah menyematkan piagam bela negara kepada 23 orang sebagai delegasi masyarakat NTT, salah satunya kepada tokoh pro integrasi Timor Timur sekaligus eks Wakil Panglima Milisi pro-Indonesia, Eurico Guterres. (*)