“HM Daeng Patompo paham jika wilayah Makassar sempit, sehingga dilakukan perluasan. Tiga wilayah tetangga digabung, wilayah kepulauan dari Kabupaten Pangkep, Tamalate dari Gowa, dan Biringkanaya dari Maros,”kata Rudianto Lallo.
Tak sampai disitu, Legislator dua periode itu menyampaikan berbagai pembangunan masa pemerintahan HM Daeng Patompo yang hingga saat ini masih menjadi yang terbaik. Antaranya pembangunan drainase di jalan Ar Hakim, Kecamatan Tallo yang memiliki luas sekitar 3 meter, karena drainase selebar itu, hujan turun berjam-jam tidak ada genangan.
baca juga : Anggota DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham Sambangi Warga Parangtambung
“Ini contoh pembangunan yang baik. Sudah puluhan tahun berlalu namun berfungsi dengan baik, untuk pemimpin Kota Makassar kedepannya harus banyak belajar dari HM Daeng Patompo,”paparnya.
Selain itu, Rudianto Lallo juga menyebut bendungan HM Daeng Patompo yang dibangun pada tahun 1965. Bedungan itu untuk membendung air sungai Jeneberang yang meluap yang kerap mengakibatkan banjir di sejumlah perkampungan di Kecamatan Mariso.
“Saat itu anggaran yang sangat terbatas, namun dengan kemampuannya meyakinkan pemerintah pusat, sehingga Kota Makassar mendapat support anggaran,”papar Rudianto Lallo.
Satu program lainnya yang juga menarik dipelajari yakni program pemberantasan kemiskinan, kebodohan dan kemelaratan. Program itu benar-benar hadir untuk masyarakat menengah kebawah. “jadi memang HM Daeng Patompo hadir untuk rakyat, dimasanya pembangunan hadir diwilayah kumuh, kampung saya di Lakkang hadir puskesmas di masa kepemimpinan HM Daeng Patompo,”tutup Rudianto Lallo. (*)

