MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Upaya mediasi dalam kasus kerugian finansial yang dialami Ibu Saliah, yang diduga melibatkan oknum pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Makassar, berakhir tanpa hasil.
Mediasi yang digelar pada Jumat 25 April 2025 kemarin di Lapas Kelas 1A Makassar, pertemuan tersebut tidak mencapai kesepakatan, dan situasi memanas saat Ibu Saliah melihat kehadiran salah seorang jurnalis di ruangan mediasi.
Pertemuan mediasi tersebut dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas 1A Makassar dan Kabid Pelayanan, Keamanan dan Kepatuhan Internal Dirjen Imipas/Kanwil Kemenkuham Sulawesi Selatan, Andi Armansyah Akbar., SH dan kuasa hukumnya, Ibu Saliah, suami dan kuasa hukum, serta seorang jurnalis yang diundang oleh pengacara ibu Saliah.
“Kehadiran jurnalis inilah memicu ketegangan karena dimana sebelumnya diminta oleh kuasa hukum untuk tidak melibatkan media pada pertemuan tersebut, saya kaget, mengapa ada media hadir dipertemuan tersebut”, ungkap Saliah
Ketegangan berikutnya terjadi setelah ketidaksepakatan muncul setelah suami Saliah menolak tawar menawar dalam penyelesaian yang diajukan pihak Lapas. Penolakan ini didasari oleh janji Kepala Lapas pada pertemuan sebelumnya yang menjamin penyelesaian setelah kedatangan kuasa hukumnya.

“Saya merasa ada intervensi dan ketidakjelasan dalam proses penyelesaian ini masalah, sehingga saya dan suami memutuskan untuk meninggalkan pertemuan”, ujarnya
Saat berbincang dengan awak media yang ada di Warkop M29 Mappaodang, jumat (25/4/25) Ibu Saliah mendadak pingsan.
Sebelum kejadian tersebut, Saliah mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam, Saliah berharap kasus ini segera diselesaikan. Ia juga mendesak agar isi somasi yang telah dilayangkan agar segera dipenuhi.
baca juga : IWO Takalar Kecam Penganiayaan yang Dilakukan Istri Polisi
Melihat istrinya pingsan akibat tekanan psikologis yang berat, suami Ibu Saliah, “Harun, menyatakan dengan tegas bahwa kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Ia menegaskan, apabila terjadi sesuatu yang lebih buruk terhadap istrinya, maka ia tidak akan ragu untuk melaporkan kasus ini ke pimpinan yang lebih tinggi, berbekal bukti-bukti yang ada, meskipun saat ini kami mendapat banyak tekanan dan ancaman psikologis.
Terpisah Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir, menanggapi terkait kehadiran jurnalis dalam mediasi yang melibatkan Ibu Saliah. Menurutnya, peran media dalam setiap peristiwa penting untuk menjadi perhatian publik terutama dalam hal transparansi dan akuntabilitas.

