Kirim Surat Perintah Disertai Ancaman, Wabup Tana Toraja Bikin Resah Pedagang Pasar Makale

“Yang membuat pedagang juga resah karena tidak ada solusi dari Wabup Erianto terkait relokasi pedagang untuk sementara jika dipaksakan untuk menata tempat jualan mereka. Di mana mereka mau berjualan untuk sementara waktu kalau tempatnya dikerja. Ini harus dipikirkan juga,” bebernya.

Kemudian, tambah dia, penataan ini tidak dijelaskan dalam surat itu sampai kapan berlangsung. Bahkan, ada indikasi penataan ini memiliki rencana tersembunyi karena setelah penataan pedagang diminta untuk mendaftar kembali. Artinya, ada kemungkinan pedagang yang terdata sebelumnya bisa saja dihapus dari data yang sudah ada.

Menurut Ismail, seharusnya setiap pejabat bupati maupun wakil bupati yang baru dilantik lebih memahami lagi mekanisme birokrasi agar tidak salah jalan dan berjalan seiring dengan pejabat terkait.

“Jangan jabatan itu membuat tindakan dan perkataan kita tiba-tiba berubah dari karakter biasanya. Ini kan di dalam kampanyenya dulu katanya bupati dan wakil bupati ini orang baik. Tapi setelah dilantik kok tiba-tiba tidak baik ini kan mengelabui warga pemilihnya sendiri,” tegasnya.

Menghadapi surat tersebut, lanjut Ismail, pedagang akan mengirim surat aduan ke DPRD dan memanggil Wabup Erianto untuk menjelaskan terkait surat yang bikin gelisah tersebut.

“Sebelum ada solusi yang jelas, kami meminta pihak DPRD segera bertindak dan memanggil Pak Wabup untuk menjelaskan rencana ini. Jangan bertindak sendiri-sendiri. Ini demi kemaslahatan. Toraja ini milik kita semua, dan semua harus dibicarakan baik-baik,” tegasnya.

baca juga : Ratusan Massa Unjuk Rasa Desak Kejati Sulsel Usut Penyimpangan Anggaran Belanja RT Wakil Ketua DPRD Tator

Menurut Ismail, pihak pedagang juga meminta agar Pemkab Tana Toraja menyiapkan lapak tempat berjualan sementara sebelum penataan tempat berjualan ini dilakukan.

Pedagang pasar Makale, lanjut dia, akan berusaha bertahan dan tidak akan mengindahkan surat Wabup tersebut hingga solusi ditempuh bersama.

“Kami berharap dewan segera bertindak dan melakukan upaya yang lebih obyektif dengan memanggil Wabup dan Disperindag terkait masalah ini. Jika permintaan kami tidak diindahkan, kamu sedang mengupayakan perlawanan lewat jalur demonstrasi dengan melibatkan beberapa elemen masyarakat dan mahasiswa,” tegasnya.(*)