GOWA, KORANMAKASSAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa resmi melaunching penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Senin (5/1). Launching ini dipimpin langsung oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang.
Bupati Gowa menyampaikan bahwa penerapan BLUD merupakan salah satu program prioritas Pemkab Gowa di sektor kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Launching BLUD ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat Gowa. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan,” ujar Bupati Talenrang.

Menurutnya, perubahan status RSUD Syekh Yusuf menjadi BLUD merupakan bentuk transformasi dalam pengelolaan keuangan dan manajemen rumah sakit agar lebih efisien, fleksibel, dan profesional, tanpa mengesampingkan fungsi pelayanan publik.
“Tujuan utama BLUD adalah memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Meski dikelola secara mandiri melalui skema BLUD, Bupati menegaskan bahwa pengawasan tetap dilakukan oleh pemerintah daerah guna memastikan pelayanan berjalan sesuai standar dan target yang telah ditetapkan.
Baca Juga : Awal 2026, Pemkab Gowa Serahkan SK Pengangkatan 3.924 PPPK Paruh Waktu
“Pengelolaan dilakukan oleh manajemen rumah sakit, namun tetap dalam pengawasan pemerintah. Seluruh kinerja harus terukur dan profesional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Gowa menjelaskan bahwa penerapan BLUD bertumpu pada tiga pilar utama, yakni peningkatan kinerja pelayanan publik, fleksibilitas pengelolaan keuangan, serta tata kelola manajemen rumah sakit yang baik.
“Status BLUD bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan. Orientasi utama tetap pada pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan berkeadilan,” jelasnya.
Ia berharap seluruh jajaran RSUD Syekh Yusuf mampu mengelola BLUD secara profesional, akuntabel, dan transparan, meningkatkan kompetensi tenaga medis dan nonmedis, serta mengutamakan keselamatan dan kepuasan pasien.
Selain itu, kerja sama dengan berbagai mitra strategis diharapkan terus diperkuat.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD Syekh Yusuf, dr. Gaffar, menyebut penerapan BLUD sebagai tonggak penting dalam perjalanan pengembangan rumah sakit.
Baca Juga : Launching Single Berbahasa Makassar, Bupati Gowa Apresiasi Komitmen Pelaku Seni Lokal
“Status BLUD memberikan ruang bagi kami untuk mengelola rumah sakit secara lebih mandiri, fleksibel, dan profesional, namun tetap berorientasi penuh pada pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan status BLUD, tanggung jawab RSUD Syekh Yusuf semakin besar. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen meningkatkan mutu dan keselamatan pasien, mengembangkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperbaiki sistem manajemen dan tata kelola rumah sakit.
“Kami menyadari keberhasilan BLUD tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh komitmen, disiplin, dan budaya kerja seluruh pegawai. Kami terbuka terhadap kritik dan saran demi perbaikan pelayanan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Launching BLUD RSUD Syekh Yusuf ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Andy Azis, Forkopimda Gowa, serta pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa. (NH)

