MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Muhammadiyah dalam berbagai sektor strategis pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Munafri—yang akrab disapa Appi—saat menghadiri kegiatan Syawalan 1447 Hijriah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar di Gedung BBPMP Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Minggu (12/4/2026).
Dalam sambutannya, Appi menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan kota.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan kemajuan Makassar.
“Pertemuan ini menjadi bagian penting untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun Kota Makassar yang kita cintai,” ujarnya.
Menurutnya, Muhammadiyah merupakan elemen strategis dengan jaringan luas serta sumber daya kader yang mampu berkontribusi nyata, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Di bidang pendidikan, Appi mendorong agar sekolah-sekolah Muhammadiyah tetap menjadi pilihan utama masyarakat.
Ia juga membuka peluang kerja sama, di mana siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat diarahkan ke sekolah Muhammadiyah dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah kota.
“Ini penting untuk menjaga kualitas pendidikan di Makassar,” tegasnya.
Selain itu, persoalan lingkungan, khususnya sampah, juga menjadi perhatian serius. Appi menyebutkan bahwa volume sampah di Makassar saat ini mencapai sekitar 1.000 ton per hari.
Baca Juga : Makassar Tinggalkan Open Dumping, Camat Kompak Teken Komitmen Wujudkan Sistem Sampah Modern
Ia pun mengajak Muhammadiyah untuk terlibat aktif melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi.
Ia mencontohkan pemilahan sampah plastik yang bernilai jual, hingga pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Pemerintah Kota Makassar sendiri telah mengembangkan sistem pengolahan sampah berbasis rumah tangga, termasuk pemanfaatan maggot (larva lalat) sebagai pengurai.
Program ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah sekaligus mendukung urban farming dan ketahanan pangan.


Komentar