ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM – Bupati Enrekang, Muh. Yusuf Ritangnga, mengunjungi bayi penderita gizi buruk yang sedang dirawat di RSUD Massenrempulu Enrekang, Minggu (4/5/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan, Nurjanna Mandeha, Direktur RSUD Massenrempulu, drg. Ira Desti Saptari, dan staf Baznas Enrekang, Rudi Hartono.
Bayi yang dikunjungi bernama Sulviana, berasal dari Dusun Nating, Desa Sawitto, Kecamatan Bungin. Saat ini, usia Sulviana telah memasuki 5 bulan, namun berat badannya baru mencapai 2,4 kg. Kondisi ini menunjukkan adanya gangguan pertumbuhan dan diduga sebagai kasus gizi buruk.
Bupati Yusuf menyampaikan bahwa kedatangannya bersama para pejabat terkait merupakan bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat, khususnya yang berada di daerah terpencil seperti Dusun Nating.

“Kami datang menjenguk Sulviana, masyarakat kita dari Dusun Nating, Desa Sawitto, yang letaknya paling jauh. Jalan ke sana sangat sulit ditempuh, mungkin ini salah satu penyebab mengapa kasus gizi buruk masih terjadi di wilayah seperti itu,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan bahwa Pemkab Enrekang bekerja sama dengan Baznas Enrekang dalam mengawal pengobatan bayi penderita gizi buruk tersebut.
“Alhamdulillah, bayi ini sudah mendapatkan perawatan dan pengawasan dari dokter. Ini butuh penanganan khusus dan dukungan dari semua pihak,” tambahnya.
Bupati Yusuf juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah berdonasi melalui Baznas. Menurutnya, donasi itu sangat membantu, termasuk dalam pengobatan Sulviana.
“Saya mewakili masyarakat yang terdampak menyampaikan terima kasih kepada semua yang telah berdonasi ke Baznas. Lewat donasi itu, kita bisa membantu banyak orang, salah satunya adalah Sulviana,” tutupnya.
Pemerintah daerah berharap penanganan kasus gizi buruk dapat terus dilakukan secara menyeluruh, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Kolaborasi dengan Baznas dan pihak rumah sakit menjadi salah satu upaya nyata dalam menekan angka gizi buruk di Kabupaten Enrekang. (*)

