Pemerintah Kota Makassar Evaluasi Kinerja di Refleksi Akhir Tahun 2019

KORANMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar menggelar Refleksi Akhir Tahun 2019 di Hotel Claro, Makassar, Rabu (11/12/2019). Kegiatan ini sebagai wujud pertanggungjawaban publik Pemerintah Kota Makassar.

Hadir membuka acara, Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah. Dalam sambutannya, Nurdin Abdullah yang akrab disapa NA, menyatakan bahwa refleksi sesungguhnya merupakan evaluasi kinerja pemerintahan selama kurun waktu satu tahun.

“Banyak hal dan program serta kebijakan yang diambil dan dilaksanakan, begitu pula masih ada beberapa sektor yang belum dicapai. Oleh karenanya, jajaran pemerintah tidak boleh berpuas diri dengan hasil capaian itu, namun berupaya untuk meningkatkannya serta hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” papar Gubernur Nurdin Abdullah.

Sejatinya pemerintahan itu ada pada masyarakat yang telah memberikan kedaulatannya, sehingga inti dari pemerintahan itu adalah pelayanan kepada masyarakat, terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

Prof Andalan, gelar yang akrab disandangkan, mengatakan bahwa kebijakan perampingan birokrasi khususnya pada eselon tiga, empat dan lima, tidak lain untuk memendekkan birokrasi dan mempermudah masuknya investasi.

Sementara itu Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb menyatakan bahwa refleksi ini adalah manifestasi akuntabilitas pemerintahan kepada masyarakat, sekaligus menjadi ajang memaparkan hasil capaian dari kinerja pemerintah.

“Pertumbuhan ekonomi yang cukup baik, pengangguran yang berkurang, indeks kepuasan masyarakat yang makin dirasakan dan merata serta angka kemiskinan yang relatif berkurang, merupakan deskripsi kongkrit dari hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat,” ucap Iqbal Suhaeb.

Juga diadakan Talk Show dengan memaparkan capaian sepanjang 2019 yang dibawakan Dr Imam Mujahidin Fahmi, dengan panelis Prof Dr Armyn Arsyad, Dr Agus, keduanya dari Unhas.

Menarik apa yang diutarakan oleh Agus, ketidakbahagiaan itu timbul sebagai akibat dari paradox of choice, kala menanggapi adanya wilayah di Makassar, kecamatan Ujung Pandang yang pendapatan ekonominya tinggi tapi justru tidak bahagia.

Armyn Arsyad menekankan bahwa pemerintahan seyogyanya menjaga kepemimpinan, karena hakekatnya pemimpin akan dievaluasi melalui pemilihan wali kota 2020 mendatang.

Hadir dalam acara refleksi seluruh SKPD, Forkopimda, lembaga pemberdayaan masyarakat, para lurah dan camat serta tokoh masyarakat.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Bersama Pemkot Makassar Peringati Hari Korban 40 Ribu Jiwa

Nielma Palamba, Kepala Badan Litbang, sebagai penyelenggara acara refleksi, menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas terselenggaranya acara ini dengan baik, seraya berucap, bahwa refleksi merupakan bahan penting dalam menyusun resolusi 2020.

“Badan Litbang akan menjadi laboratorium penelitian dan kajian program dan kebijakan pemerintah kota yang ingin setiap kebijakan dan program yang dibuat berdasarkan kajian kelitbangan,” kuncinya. (rilis)