Sementara, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendukung pengembangan hunian vertikal sebagai solusi pemenuhan kebutuhan tempat tinggal di perkotaan.
Hal ini disampaikan seiring dengan proses penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Makassar yang tengah digodok pemerintah.
“Kota Makassar ini sementara digodok RDTR-nya, sehingga pola pembangunan kita harus mengikuti perencanaan tersebut. Dalam hal ini, tentu ada keterkaitan erat dengan REI sebagai mitra pengembang perumahan,” kata Munafri.

Ia menekankan pentingnya penyediaan infrastruktur pendukung dalam pembangunan kawasan pemukiman, termasuk keberadaan fasilitas pendidikan seperti kampus dan rumah sakit.
Menurutnya, konsep hunian ke depan harus mengakomodasi kebutuhan kenyamanan keluarga secara menyeluruh. Makassar harus punya infrastruktur pembangunan yang terintegrasi.
“Kampus dan rumah sakit harus memiliki fasilitas hunian atau housing. Karena masyarakat selalu mencari lokasi yang nyaman untuk tinggal bersama keluarga. Ini yang kita konsepkan, antara gedung, pemukiman, dan fasilitas publik lainnya,” jelasnya.
Munafri melihat peluang besar dalam pengembangan hunian vertikal dan menyatakan kesiapan Pemkot untuk menyediakan lahan yang dibutuhkan. Namun, ia menegaskan perlunya regulasi yang kuat dan sistem yang mendukung integrasi antara pemukiman dan akses transportasi.
Peluang membangun tempat tinggal vertikal sangat terbuka. Pemkot siap mendukung dan menyiapkan lahan.
baca juga : Pemkot Makassar Siap Kolaborasi Dengan PT Shinko Teknik Indonesia Kelola Sampah
“Tapi tentu dibutuhkan regulasi yang kuat agar pembangunan berjalan baik. Hunian ini juga harus terintegrasi dengan akses kendaraan dan sarana kota lainnya,” tegasnya.
Ia menutup dengan menyampaikan bahwa ketersediaan hunian layak merupakan kebutuhan mendesak bagi masa depan Kota Makassar.
“Pemkot berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait guna mewujudkan kota yang ramah dan layak huni bagi semua,” tukasnya. (*)

