Pemkot Makassar Gandeng Komunitas Trauma Kota, Kejahatan Jalanan Diangkat Lewat Seni

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar mendorong pendekatan kultural berbasis seni sebagai upaya tambahan dalam menekan kejahatan jalanan, khususnya yang melibatkan geng motor.

Hal ini mengemuka saat Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima audiensi komunitas Trauma Kota di Balai Kota Makassar, Senin (2/3/2026), terkait rencana kegiatan performance art yang mengangkat isu kriminalitas di ruang publik.

Program bertajuk Trauma Kota ini akan menghadirkan pameran foto, diskusi publik, lokakarya, hingga pertunjukan seni performansi di lima kecamatan, yakni Ujung Pandang, Mariso, Mamajang, Rappocini, dan Manggala.

Baca Juga : Marak Aksi Tembak-tembakan Omega, Wali Kota Makassar Minta Penindakan Tegas

Penggagas kegiatan, Soekarno-Hatta, menyebut kejahatan jalanan bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan sosial dan psikologis yang dapat memicu trauma kolektif serta menurunkan rasa aman masyarakat di ruang publik.

Melalui pendekatan seni partisipatif, program ini diharapkan menjadi ruang dialog antara warga, seniman, dan pemerintah untuk membangun kesadaran bersama serta memulihkan rasa aman di tengah masyarakat.

Baca Juga : Lantik 27 Pejabat, Wali Kota Makassar Genjot Percepatan Pembangunan dan Pelayanan Publik

Kegiatan perdana dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026 di Kecamatan Ujung Pandang dan akan berlanjut ke sejumlah wilayah lainnya.

Pemkot Makassar berharap kolaborasi ini mampu menjadi strategi edukatif dalam menciptakan kota yang lebih aman, inklusif, dan responsif terhadap persoalan sosial perkotaan. (*)