“Dengan menggunakan teknologi lokal, pabrik smelter ini akan membantu mengurangi ketergantungan Indonesia pada teknologi impor dan meningkatkan kemandirian dalam industri nikel”, tutur Askar, rabu (14/6/23).
Selain itu, pabrik smelter hydrometalurgi yang ramah lingkungan juga akan memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar. PT Asdah Mineral Indonesia dan Muhammad Askar akan memprioritaskan penggunaan sumber daya yang efisien, pengolahan limbah yang aman, serta perlindungan terhadap keanekaragaman hayati setempat. Upaya ini akan membantu menjaga ekosistem Sulawesi Tenggara yang kaya akan keindahan alam dan keanekaragaman hayati.
“Dalam kerangka sosial, kemitraan ini juga akan melibatkan pihak-pihak lokal dan masyarakat sekitar dalam proses pembangunan dan operasional pabrik smelter. Melalui program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, perusahaan ini bertujuan untuk memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat”, sambung Politisi Perindo Sulsel ini.
baca juga : Resmikan Smelter Nikel di Konawe, Presiden: Akan Tingkatkan Nilai Tambah
Pemerintah Indonesia juga memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan pabrik smelter hydrometalurgi ini. Dalam rangka mendorong pertumbuhan industri nikel dan sektor mobil listrik, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dan insentif yang menguntungkan bagi para pemangku kepentingan dalam industri ini.
Kemitraan antara PT Asdah Mineral Indonesia dan Muhammad Askar adalah wujud nyata kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mengembangkan potensi industri nikel Indonesia. (*)

