Melinda juga menjelaskan inovasi yang dimiliki DPPKB Kota Makassar yakni MASIGA (Manajemen Sistem Informasi Keluarga) dan SIKE’DE (Sistem Informasi Kinerja KB).
“Jadi berdasarkan data yang ada pada aplikasi tersebut diolah dengan baik sehingga menjadi bahan pertimbangan untuk membuat program sehingga tepat sasaran. Lengkap sekali, ada indeks kemandirian, ketentraman, kebahagiaan dan lainnya,”
Dalam implementasi program prioritas, TP PKK Kota Makassar aktif menyosialisasikan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) serta menghadirkan Rumah Gizi yang bersinergi dengan sektor swasta dalam pendistribusian makanan tambahan bagi anak berisiko stunting.
Baca Juga : Ketua PKK Makassar Dorong Lansia SMART melalui Sekolah Lansia Sipakalebbi Manggala
“Selain itu, melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), PKK Kota Makassar turut mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, termasuk melalui kebijakan pengantaran anak di hari pertama sekolah,” jelasnya
Selain itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Makassar dan TP PKK Kota Makassar juga berencana menghadirkan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di lingkungan kantor sebagai solusi bagi pegawai yang membutuhkan layanan penitipan anak saat bekerja.
Pada sektor pemberdayaan lansia, Melinda mengungkapkan bahwa di 15 kecamatan telah terbentuk Sekolah Lansia yang aktif dan mandiri serta bekerjasama dengan pihak seasta sebagai upaya mewujudkan lansia yang sehat, produktif, dan berdaya.
“Sementara dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, PKK Kota Makassar telah mendampingi 153 UMKM di 153 kelurahan melalui edukasi literasi keuangan, pembinaan UP2K, pembentukan koperasi PKK, hingga fasilitasi pameran UMKM,” lanjutnya.
Melinda Aksa menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas kader, mereplikasi praktik baik, serta meningkatkan sinergi dengan perangkat daerah dan kementerian guna mendukung pembangunan keluarga yang berkelanjutan. (*)

