MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Sebulan lamanya kegiatan milad yang 37 tahun Sekolah Islam Athirah resmi berakhir dan acara penutupannya digelar di UMKM Mall Nipah Makassar, Sabtu siang (29/5/2021).
Beberapa kegiatan sebagai rangkaian Milad 37 digelar sejak 24 April lalu, di antaranya bakti sosial, donasi, dan acara penutup kegiatan digelar hari ini.
Pada acara tersebut Sekolah Islam Athirah juga meluncurkan delapan judul buku yang dibuat langsung oleh guru, murid, hingga civitas dari sekolah ini.

8 buku tersebut antara lain 6 buku dicetak secara fisik dan 2 secara online. Buku-tersebut diantaranya berjudul “Bangkit Dimasa Sulit”, karya Syamril, yang kedua “Bersama Allah Aku Tegar”, “Cinta dan Rasaku untuk Athira”, “Cahaya Athira” yang semuanya karya para guru dan buku “Sekolahku Tertinggal” karya para siswa.
Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril mengatakan selama 37 tahun pihaknya tetap berusaha untuk terus kembangkan sekolah Islam Athira.
“Dalam waktu 37 tahun yang sangat cukup lama ini sekolah Islam Athira sudah banyak prestasi yang di capai dan itu terus di kembangkan kepada siswa-siswi, kamis lalu telah mewawancarai pak Jusuf Kalla (JK), pak JK ditanya tentang sekolah dan ditanya apa yang menarik tentang sekolah ini. Dan pak JK menjawab Athirah dibuat untuk mengembangkan pendidikan”, “, kata Syamril dalam sambutannya
baca juga : JK dalam Edu Conference Sekolah Islam Athirah: Kita Menghadapi Banyak Tantangan
Salah satu perkembangannya dapat dilihat dari sejumlah prestasi yang pernah diraih oleh siswa/siswi Athira diajang regional maupun lomba di tingkat nasional maupun internasional.
“Pesan saya jangan pernah merasa pintar tapi pintar lah merasa, jangan pernah merasa matang tapi
teruslah merasa hijau alias muda untuk terus memacu diri dengan tidak berhenti belajar, ”tuturnya memotivasi.
Dimasa pandemi covid-19 ini sekolah Islam Athira telah siap menghadapi pembelajaran secara tatap muka disekolah mulai Juni mendatang. (Dhany)

