MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar menggelar Seminar Akhir Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) 2025 di Hotel Golden Tulip Essential, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (16/12/25).
Kegiatan ini dihadiri Pengurus Bidang Pendidikan dan Penataran KONI Kota Makassar yang mewakili Ketua Umum KONI Makassar.
Seminar diikuti perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Makassar, KONI, KORMI, KNPI, Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka, akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM), serta berbagai organisasi dan pemangku kepentingan mitra Dispora Makassar.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, Syamsul Bahri, S.IP., M.Si. Sejumlah narasumber hadir, di antaranya Kepala Dispora Provinsi Sulawesi Selatan H. Suherman, S.E., M.M., akademisi UNM Dr. Muh. Harliawan, S.Pd., M.Pd., serta Tim Ahli Survei IPO Kota Makassar.

Seminar Akhir IPO 2025 menjadi bagian dari proses evaluasi pembangunan keolahragaan di Kota Makassar. Penilaian mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari ketersediaan dan kualitas fasilitas olahraga, sumber daya manusia, tingkat partisipasi dan kebugaran masyarakat, hingga dampak ekonomi sektor olahraga.
Hasil pengukuran IPO ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program Dispora Makassar agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran KONI Makassar, Andi Yasin Iskandar, S.E., bersama Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran Zainal, S.Pd., M.Pd., turut aktif memberikan masukan dalam forum diskusi.
Andi Yasin menekankan pentingnya pembenahan dan peningkatan sarana prasarana olahraga guna menunjang pembinaan atlet secara optimal, terutama dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Ia juga mendorong peningkatan kesejahteraan atlet berprestasi melalui peluang bekerja di Perusahaan Daerah (Perusda) Kota Makassar, khususnya bagi atlet yang telah menamatkan pendidikan di tingkat SMA maupun perguruan tinggi.
Baca Juga ; Makassar Utara Futsal Competition 2025 Resmi Bergulir, 24 Tim SD Ramaikan Turnamen
Selain itu, Andi Yasin mengusulkan penguatan kerja sama antara guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar dalam pengembangan kegiatan ekstrakurikuler cabang olahraga di sekolah.
Ia juga menekankan perlunya pengakuan jalur prestasi bagi atlet berprestasi dari kejuaraan resmi, mulai tingkat daerah hingga nasional, termasuk Pekan Olahraga Kota Makassar, agar tidak hanya bergantung pada ajang O2SN.
Sebagai penutup, ia mengusulkan agar kegiatan serupa Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat SD dan SMP kembali digelar secara kolaboratif oleh Dispora, Dinas Pendidikan, KONI, dan KORMI Kota Makassar.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana penjaringan atlet olahraga prestasi, olahraga rekreasi, serta bakat seni, demi pembinaan generasi muda yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan. (*)

